Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Tarian Jai Bajawa Sambut Sakramen Mahakudus dan Arca Bunda Maria

Tarian Jai Bajawa Sambut Sakramen Mahakudus dan Arca Bunda Maria

KELANA-NTT.COM, KUPANG –Para penari Jai dari etnis Bajawa, Flores,  menyambut kedatangan Sakramen Mahakudus, Arca Bunda Maria, dan Arca Santo Fransiskus dari Asisi dari Kapela Santa Maria Fatima Noelsinas, menuju Kapela Santo Agustinus Bello, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 30 September 2026 sore.

Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan perayaan iman menjelang Hari Ulang Tahun Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Bulan Kitab Suci Nasional dan  penerimaan Sakramen Krisma bagi  419 umat pada,  Minggu, 4 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Selasa, 29 September hingga Kamis, 1 Oktober 2026.  Selain menjadi bagian dari persiapan menyambut perayaan pelindung paroki, kegiatan tersebut sekaligus menandai pembukaan Bulan Rosario yang diperingati setiap Oktober.

Sore kemarin, umat dari pusat paroki dan umat dari Stasi Belo menjemput perarakan itu di Terminal Sikumana. Suasana terlukis khusuk. Ketika sampai di pertigaan menuju Gereja Santu Agustinus Belo, kepadatan mencapai titik puncak.

Aparat keamanan dari Polres Kupang dan Polsek Maulafa yang  siaga menata dengan apik perarakan itu hingga gereja sejauh 500 meter.

Adri Ceme: Terima Kasih kepada Seluruh Umat

Frater Laurensius Misa memegang Kitab Suci

Selama perjalanan itu umat mendaraskan doa dan nyanyian. Pada bagian depan perarakan, sambil berdiri di atas mobil,  Romo Tonny Kobesi memegang Sakramen Maha Kudus, disusul Frater Laurensius A Misa   yang memegang Kitab Suci serta Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi.

Pastor Paroki Santu Fransiskus dari Assisi, RD Longginus Bone, Ketua DPP Adrianus Ceme, penasihat DPP Anton Bele, Ibu Yudith Salassa- Bele, Ibu Yolenta Wea-Ceme, para ketua dewan pastoral stasi, ketua lngkungan dan ketua KUB selalu hadir di tengah membanjirnya umat. Untuk diketahui, panitia kegiatan ini dipercayakan kepada DPP paroki ini.

Umat Kapela Santa Maria Fatima Noelsinas, Ambros Ambun, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penghayatan iman umat Katolik yang perlu dijalani dengan penuh keyakinan.

“Ini adalah perayaan iman Katolik yang mesti dirayakan dengan penuh iman,” ujar Ambros yang juga Ketua Dewan Stasi Santa Maria Fatima Noelsinas ini.

Perarakan Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi

Ambros mengatakan, prosesi pengantaran Sakramen Mahakudus dan arca tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Kehadiran umat dalam prosesi tersebut menjadi kesempatan untuk berdoa, membangun kebersamaan, sekaligus memersiapkan diri menyambut rangkaian perayaan iman di tingkat paroki.

Berdiri Melayani Ratusan Peserta Krisma, Keteladanan Mgr. Hironimus Pakaenoni Menyentuh Umat

Tarian Jai dari Etnis Bajawa

Umat lainnya, Rofinus Muni, mengatakan,  penyambutan tersebut merupakan bentuk sukacita sekaligus ungkapan kebersamaan umat dalam menyambut rangkaian perjalanan iman.

“Kami menyambut kedatangan Sakramen Mahakudus, Arca Bunda Maria, dan Arca Santo Fransiskus dari Asisi ini dengan penuh sukacita. Bagi kami umat Bello, ini bukan sekadar penyambutan, tetapi bagian dari kebersamaan dalam iman dan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujar Rofinus.

Menurut dia, keterlibatan umat dalam prosesi tersebut juga menjadi kesempatan untuk memerkuat persaudaraan antarkomunitas umat dalam wilayah Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua.

Uskup Agung Kupang: Bersyukur Tahun Yubileum dan HUT Paroki Assisi Bertepatan

“Kami berharap seluruh umat dapat mengambil bagian dalam kegiatan ini. Semoga perjalanan iman dari Noelsinas, Bello hingga Kolhua membawa berkat dan semakin mempererat persatuan umat,” katanya.

Selanjutnya, seluruh pesta iman umat akan dipusatkan di Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua. Sebelum seluruh rangkaian perayaan berlangsung, umat terlebih dahulu  mengikuti pentahtaan  terhadap Sakramen Mahakudus melalui triduum selama tiga hari berturut-turut.

Kegiatan tersebut  berlangsung sejak Selasa di Kapela Santa Maria Fatima Noelsinas, Rabu di Kapela Santo Agustinus Bello, dan selanjutnya di pusat Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, 1 Oktober 2026 dilanjutkan dengan misa pembukaan Bulan Rosario.

Rangkaian perjalanan iman itu akan menemui titik puncak bertepatan dengan perayaan penerimaan Sakramen Krisma pada Minggu, 4 Oktober 2026 yang juga merupakan peringatan HUT paroki ini.

Perayaan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi umat untuk memerdalam kehidupan iman, terutama melalui Bulan Rosario dan keterlibatan bersama dalam kehidupan menggereja.

Dengan demikian, perjalanan Sakramen Mahakudus, Arca Bunda Maria, dan Arca Santo Fransiskus dari Asisi dari Noelsinas menuju Bello dan kemudian Kolhua bukan hanya perpindahan dari satu kapela ke tempat lain. Prosesi tersebut menjadi bagian dari perjalanan iman umat yang menghubungkan komunitas-komunitas Katolik dalam semangat kebersamaan. (goe)