Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Berdiri Melayani Ratusan Peserta Krisma, Keteladanan Mgr. Hironimus Pakaenoni Menyentuh Umat

Berdiri Melayani Ratusan Peserta Krisma, Keteladanan Mgr. Hironimus Pakaenoni Menyentuh Umat

Uskup Agung Kupang, Hironimus Pakaenoni didampingi sejumlah imam saat memasuki Gereja Santu Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Minggu, 4 Oktober 2026 sore

KELANA-NTT.COM, KUPANG — Momen penerimaan Sakramen Krisma oleh lebih dari 423 peserta menjadi perhatian umat yang hadir dalam perayaan tersebut. Bukan hanya karena jumlah peserta yang mengikuti sakramen, tetapi juga karena ketekunan Mgr. Hironimus Pakaenoni saat memberikan urapan minyak Krisma.

Sejak sekitar pukul 16.15 WITA, hingga pukul 17,52 WITA, atau sekitar satu jam tiga puluh menit lebih,

Mgr. Hironimus terlihat tetap berdiri untuk memberikan urapan minyak Krisma kepada peserta satu per satu.

Prosesi pelayanan tersebut berlangsung hingga seluruh peserta mendapat pelayanan sakramen.

Sikap tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi peserta Krisma maupun umat yang mengikuti perayaan. Di tengah jumlah peserta yang mencapai lebih dari 400 orang, Mgr. Hironimus tetap menjalankan pelayanan itu dengan tenang dan penuh perhatian. Yang didampingi pastor paroki Romo Dus Bone dan pastor rekan Romo Tony Kobesi.

Adri Ceme: Terima Kasih kepada Seluruh Umat

Penerima Sakramen Krisma berbaris untuk menerima ucapan dari Uskup Agung Kupang,  Mgr. Hiro Pakaenoni

Samuel Lamen, pembina THS-THM Kapela Santo Agustinus Bello, yang berdiri tak jauh dari pintu bagian barat gereja sambil memantau keamanan dan kenyamanan jalannya misa mengatakan, ketekunan Mgr. Hironimus berdiri melayani ratusan peserta menjadi teladan tentang arti pelayanan kepada umat.

“Menurut saya, ini bukan hanya soal beliau berdiri selama satu jam lebih. Yang saya lihat adalah ketulusan seorang gembala dalam melayani umatnya satu per satu. Beliau tetap berdiri dan melayani sampai semua peserta menerima urapan Sakramen Krisma,” ujar Samuel.

Hal serupa dirasakan Gretia Astuti da Cunha, salah satu peserta penerima Sakramen Krisma asal Kapela Santo Agustinus Bello. Ia mengaku tersentuh melihat Mgr. Hironimus tetap berdiri memberikan pelayanan kepada seluruh peserta.

Sekjen KAK, RD. Erick Fkun dan Pastor Paroki Santu Fransiskus dari Assisi, RD. Longginus Bone berada di bagian depan mendampingi Uskup Hiro Pakaenoni memasuki Gereja Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Minggu, 4 Oktober 2026 sore

“Saya merasa terharu melihat Bapak uskup tetap berdiri melayani kami satu per satu. Waktu satu jam 38 menit itu bukan waktu yang singkat. Bagi saya, sikap beliau menunjukkan bahwa kami sebagai peserta benar-benar diperhatikan dan dilayani,” kata Gretia.

Bagi umat yang hadir, momen tersebut bukan sekadar bagian dari rangkaian liturgi penerimaan Sakramen Krisma. Ketekunan Mgr. Hironimus dalam melayani setiap peserta memperlihatkan makna pelayanan Gereja yang diberikan kepada setiap pribadi secara langsung.

Uskup Agung Kupang: Bersyukur Tahun Yubileum dan HUT Paroki Assisi Bertepatan

Sakramen Krisma menjadi momentum bagi para penerimanya untuk semakin diteguhkan dalam iman dan kehidupan sebagai umat Katolik. Karena itu, pelayanan kepada setiap peserta menjadi bagian penting dalam perayaan yang diikuti ratusan umat tersebut.

Keteladanan itu sekaligus mengingatkan bahwa pelayanan dalam gereja tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui kesediaan untuk hadir, bertahan, dan melayani umat dengan penuh kesabaran. (goe)