Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Ketua Umum SMGM Pusat: Saat Ini 141 Cabang dan 7.000 Anggota

Ketua Umum SMGM Pusat: Saat Ini 141 Cabang dan 7.000 Anggota

POSE BERSAMA- Anggota SMGM foto bersama Ketua Umum SMGM Pusat, Fransiskus Fransiskus Loeky Tjoa dan Wakil Ketua Umum, Ibu Vonny Keintjem usai temu kenal di aula gereja Assisi, Kupang, Selasa, 2 Desember 2025.

KELANA-NTT.COM, KUPANG – Saat ini Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) telah berkembang luas di seluruh Tanah Air bahkan luar negeri. Di Indonesia, terdapat 141 cabang dengan jumlah anggota 7.000 orang.

“Mungkin juga jumlahnya lebih dari itu,” kata Ketua Umum SMGM Pusat, Fransiskus Loeky Tjoa saat acara temu kenal dengan Komunitas SMGM Keuskupan Agung Kupang (KAK) di Aula Gereja Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Selasa, 2 Desember 2025 sore.

Loeky mengatakan,  saat didirikan di Surabaya, 25 April 2017 tak cukup banyak anggota. Banyak umat juga tidak atau belum mengenal Hamba Allah Monsinyur Gabriel Manek, SVD ini.

Namun, setelah itu berkembang dengan cukup pesat dan banyak orang semakin mengenal kiprah dan spirit yang ditinggalkannya.

Loeky juga mengatakan bahwa SMGM harus mengemban dan membangun sukacita yang besar kepada semua orang terutama bagi orang-orang sakit. Karena itu dalam program kerja, kata dia, setiap bulan minimal SMGM mengunjungi satu orang sakit. Sebab di sana ada sukacita, ada kabar gembira, ada penghiburan dan penguatan bagi orang itu. Dengan doa-doa melalui  Hamba Allah ini orang sakit dapat  disembuhkan.

Panitia Masjid Al’ Muharam Kupang, NTT Sembelih 8 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing Kurban

“Saya selalu bilang, kita ini orang-orang spesial yang membawa sukacita. Coba lihat, ketika sebuah acara duniawi digelar, maka begitu banyak orang yang hadir. Mereka melupakan orang kecil atau orang yang sedang sakit yang justru membutuhkan perhatian,” kata lelaki asal Ternate, Maluku Utara ini.

Karena itu ia mengajak anggota ini untuk membagi waktu dengan mengunjungi orang-orang sakit sebagaimana spirit yang ditunjukkan oleh Monsinyur Gabriel Manek. Ia menyebut, dua tahun lalu melihat  langsung  tempat atau lokasi pembuangan orang-orang lepra di Tanjung Naga, Pulau Lembata pada masa silam.

Arusnya sangat kencang. Tapi, dulu, kata Loeky, monsinyur hanya dengan perahu kecil  datang ke sana hampir tiap minggu. Ia menemui orang-orang yang terbuang. Ia bicara, mendengar keluh kesah mereka, berjabat tangan bahkan memeluk mereka. Ia tidak jijik. Selama di Amerika juga ia melakukan hal yang sama dengan mengunjungi orang-orang kecil.

Pada pertemuan ini juga banyak anggota yang menestimoni tentang mukjizat-mukjizat dari hamba Allah ini. Wakil Ketua Umum SMGM Pusat,  Vonny Keintjem mengatakan bahwa ia sembuh dari kanker usus atas doa kepada Tuhan melalui perantaraan monsinyur. Beberapa orang lain juga menceritakan orang tuanya yang akhirnya sembuh karena meminum air yang dibawa dari Susteran PRR Larantuka.

Saat  berdoa di pusara monsinyur di Larantuka, mereka membeli sebotol air mineral dan diletakkan di pusara itu. Air itu yang dibawa untuk sang ayah yang tengah sakit, diminum hingga mengalami kesembuhan total.

Sapi Kurban dari Presiden Sampai ke Masjid di Lembata

SEKRETARIAT SMGM – Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum SMGM  bersama Pastor Moderator SMGM KAK, Romo Dus Bone, Ketua SMGM KAK, Adrianus Ceme, Penasihat SMGM Pusat, Anton Bele, Ketua SMGM Cabang Assisi, John Mau dan seorang anggota foto bersama di  Sekretariat SMGM Cabang Assisi, Selasa, 2 Desember 2025.

Ketua SMGM KAK, Adri Ceme menjelaskan tentang perkembangan SMGM di keuskupan ini. Pihaknya akan terus mendatangi setiap paroki untuk membuka cabang yang baru.

Ia menyebut  saat ini di KAK terdapat 11 komunitas SMGM dengan 187 anggota. Terakhir, pembentukan di Kapela Santo Fransiskus Padua. “Saat ini 11 komunitas ini hadir pada acara ini,” katanya.

Cabang-cabang itu, yakni Kupang, Assisi, Oebelo, Oesao, Belo, Usapi, Noelsoinas dan Labat.  Komunitas ini kata Ketua DPP Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, ini mempunyai kegiatan utama, yakni berdoa dan melayani. Mengikuti juga program aplikasi zoom dari pusat. Adri mengatakan, tiap cabang melakukan doa mingguan. Juga  kegiatan kunjungan 5M, yakni mengunjungi, mendengarkan, menyentuh, menghibur dan mendoakan. Seperti mengunjungi orang sakit, lansia atau keluarga-kaluarga yang membutuhkan doa. “Semua sudah kita jalani,” katanya.

Sejumlah anggota SMGM KAK seperti Kristo Blasin, Wellem Foni, Stanis Tefa, Ishak Nuka, Marius Jelamu, Theo Widodo,  Benediktus Muda, Yoseph Bitin Berek memberi pikiran tentang SMGM. Stanis Tefa, menestimoni tentang kepulangan jenazah monsinyur ke tanah air yang disambut dengan lilin-lilin di sepanjang jalan perarakan menuju ke Lahurus, Belu. Lahurus adalah kampung halaman monsinyur. Mereka meminta agar ke depan SMGM ini wajib didirikan di tiap paroki untuk sama-sama mendoakan Hamba Allah ini. Selain itu, mengenakan atribut seperti seragam warna-warni agar dapat mendorong umat masuk pada komunitas ini.

Penasihat SMGM Pusat, Anton Bele menyampaikan terima kasih atas kehadiran anggota komunitas ini.

Lembata Fishing Tournament 2026 Segera Digelar

Anton berharap proses menuju santo atas monsinyur ini lebih cepat.  Dalam Gereja Katolik kata dia,  orang kudus itu diumumkan dengan mendapat empat gelar, yakni Hamba Allah (Servus Dei), Venerabilis (yang patut dihormati), Beatus (yang berbahagia) dan Sanctus (kudus).

Empat gelar ini bisa saja disatukan tanpa melalui tahap-tahap tertentu. Karena itu kata dia,  Mgr. Gabriel Manek bisa saja diumumkan langsung sebagai Beato atau langsung sebagai  Santo.

Ketua SMGM Cabang Assisi, John Mau menilai kehadiran anggota yang cukup banyak di aula gereja itu menunjukkan hal yang positif. (pol)