Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Umat Kuasi Paroki Sahan, TTS Kompak Membangun Iman dan Persaudaraan

Umat Kuasi Paroki Sahan, TTS Kompak Membangun Iman dan Persaudaraan

Romo Venansius Du'a

KELANA-NTT.COM, KUPANG — Pastor Kuasi Santu Rafael Sahan, Keuskupan Agung Kupang, RD Venansius Du’a, menyebut, umat Katolik di wilayah gembalaannya terus membangun iman dan persaudaraan yang tinggi. Sahan terletak di Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sebuah wilayah di jalur selatan Trans Timor menuju Kabupaten Malaka dan Belu. Wilayah ini merupakan daerah wisata bahari dan perbukitan yang indah.

Romo Venan, demikian panggilannya saat ditemui KELANA-NTT.COM di Kupang, Kamis, 16 April 2026, menyebut umat pada kuasi paroki ini banyak mengalami perubahan yang positif.

Kuasi paroki merupakan tahap persiapan atau transisi sebelum sebuah wilayah stasi resmi mekar menjadi paroki mandiri. Sebelumnya, Sahan merupakan stasi dari Paroki Santo Paulus Oinlasi.

Menurut Romo Venan, umat yang bermukim di wilayah yang dulu sangat terpencil di TTS itu kini tetap semangat dan terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan di lingkup gereja, seperti mengikuti katakese, koor, Orang Muda Katolik (OMK) dan kegiatan kategorial lainnya dengan aktif.

Romo Venan memandang sebagai hal yang positif dan berharap umat terus mewarisi sikap-sikap seperti ini. ” Kerja keras menata ekonomi dan lainnya wajib, tapi jangan lupa pula kerja keras menumbuhkan iman, pengaharapan dan kasih,” ujarnya.

Pelabuhan Feri di Waijarang, Lembata Belum Beroperasi Bawa Dampak Krisis Logistik

Hal yang membanggakan bagi Romo Venan, adalah ketaatan umat yang tinggi tidak saja pada pastor, namun pada tata laksana gereja. Selain itu, umat sangat aktif mengikuti latihan koor untuk tanggungan di gereja pada tiap hari Minggu. Umat kata dia, baik tua dan muda terampil membaca not. Karena itu, Romo Venan berharap suatu saat bisa membawa umatnya bernyanyi saat misa di Kupang. “Ini obsesi saya,” katanya.

Tentang relasi antarumat beragama terutama dengan umat Kristen Protestan, Romo Venan menyebut sangat baik. Saat peresmian Gereja Katolik, pendeta dan tujuh mata jemaat hadir. Begitu pula pembangunan Gereja Protestan, umat Katolik terlibat di dalamnya.

Romo Venan bersama keponakan Tiago Djawa

” Sesuatu yang terus kami pelihara menjadi sebuah model toleransi,” kata Romo Venan yang sudah empat tahun memimpin kuasi paroki ini.

Saat ini terdapat 286 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 1.395 jiwa yang tersebar pada enam kapela dan satu gereja.

Enam kapela itu, yakni Kapela Santa Maria Mater Dolorosa Banli, Kapela Santu Yoseph Banun, Kapela Santu Yoseph Kie Nenoat, Kapela Santu Petrus Teon, Kapela Santu Mikhael Fatubuin B dan Kapela Santu Paulus Fatubuin A. Sedangkan satu-satunya gereja, yakni Gereja Santu Rafael Sahan.

Wagub NTT Tinjau SPPG Mutiara di Watamelang, Alor, Berdayakan Masyarakat Lokal

Umat di sana kata putra sulung dari Bapak Gaspar Buu dan Mama Elisabeth Roa asal Ngada dan Nagekeo, ini selalu terbuka dan membangun harmoni yang luar biasa.

Kisah-kisah tempo dulu yang menyebut wilayah Amanatun sebagai sarang teku atau setara dengan KKB (kelompok kriminal bersenjata) tajam ini sudah tak ada lagi. Justru di sana, kata Romo Venan, umat hidup berdampingan dan membangun persaudaraan sejati.

” Jiwa sosialnya sangat tinggi. Mereka terbuka dengan perubahan. Mereka sungguh wellcome,” kata jebolan Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui, ini sembari menambahkan bahwa kesadaran umat untuk menyekolahkan anak-anak hingga perguruan tinggi, semakin banyak. Hanya dengan pendidikan yang memadai kehidupan atau peradaban bisa diubah dengan baik. Umat di sana, kata dia, rata-rata hidup sebagai petani.

Hal lain yang membanggakan kata dia, yakni kecenderungan ekonomi umat mulai tumbuh dibarengi dengan transportasi darat yang sudah baik selain jaringan komunikasi yang sudah bagus. Umat telah cukup menghitung dagang dengan praktis. Intinya, agar perputaran usaha cepat dan memberi laba meski kecil. Ia juga menyebut panggilan untuk menjadi biarawan dan biarawati di wilayah ini tinggi dibanding wilayah lain di TTS. (pol)

Wagub Asadoma Tekankan Ikatan Keluarga Besar Lamaholot sebagai Rumah Besar di NTT