KELANA-NTT.COM — Uskup Agung Kupang, Mgr. Hieronimus Pakaenoni mengimbau agar menjelang tahun baru 2026, umat dapat merayakan dengan cara yang sederhana. Pergantian tahun patut dimaknai sebagai momentum untuk merefleksikan karya Tuhan yang sungguh indah ini selama tahun 2025.
Hal ini disampaikan oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) KAK, RD Kris Saku melalui berbagai platform media yang disiarkan, Rabu, 31 Desember 2025. “Kepada seluruh umat, Bapa Uskup mengimbau agar detik-detik sebelum dan setelah tahun baru dapat dilakukan dengan sederhana pada tiap tempat dan lingkungan,” kata Romo Kris Saku.
Romo Kris yang juga Pastor Paroki Santu Yoseph Pekerja Penfui, Kupang ini mengatakan, perayaan tutup tahun patut dilakukan dengan tertib dan penuh makna. Jauhi dari minuman keras, kekerasan serta perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban dan keselamatan bersama. Sambutlah tahun baru dengan doa, ibadah dan kebersamaan yang membawa kedamaian dan sukacita. Jadilah pribadi yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Uskup Agung Kupang, Mgr. Hieronimus Pakaenoni
Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo juga mengingatkan agar masyarakat dapat menjalani pergantian tahun secara sederhana pula. Ini sebagai bentuk empati di tengah bencana banjir yang melanda beberapa provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia menyambut tahun baru dengan semangat yang baru.
Pantauan KELANA-NTT.COM di Kota Kupang, sejak pagi hari, masyarakat melakukan berbagai persiapan menyambut tahun baru. Warga mendirikan tenda-tenda di tepi jalan, di lorong-lorong maupun di kawasan perumahan untuk menyambutnya. Aparat keamanan di daerah ini juga telah mengimbau agar tahun baru tak diwarnai dengan pesta kembang api. (pol)









