KELANA-NTT,COM, KUPANG — Uskup Agung Kupang, Mgr. Hieronimus Pakaenoni menahbiskan 11 orang diakon menjadi imam projo di Gereja Katedral Kristus Raja, Kupang, Selasa, 6 Januari 2026. Acara itu juga dirangkai dengan Penutupan Tahun Yubelium yang berlangsung selama tahun 2025.
Sebelas imam itu mendapat penempatan tugas yakni:
RD. Agustinus Rechtsanyo Wenger (Paroki St. Stefanus Noehaen),
RD. Andronikus Possenti Bouk ( Paroki Sta. Maria Gunung Karmel Tumu),
RD. Januario Elfrem Namal ( Komisi PSE KAK),
RD. Emilius Mario Mara Owa (Paroki Sta. Maria Mater Dei Oepoli),
RD. Desiderius M. Taena ( Paroki St. Yohanes Rasul Helangdohi),
RD Klaudius Adi Riang Hepat( Paroki St. Paulus Oinlasi),
RD. Edmario da Cunha(Paroki Hati Tersuci Maria Oeekam),
RD. Martinus Rudolfus L. Wawin ( Paroki Sta. Maria Bunda Orang Miskin Noelmina),
RD. Christian Dominicus J. Sogen ( Seminari Menengah St. Rafael-Oepoi),
RD.Alfonsus Ligori Tafuli ( Paroki Sta. Maria Imakulata Kapan) dan
RD. Petrus Krisologus Taitoh ( Keuskupan Monokwari- Sorong).

Para Imam baru berpose bersama Uskup Pentahbis, Uskup Hieronimus Pakaenoni.
Uskup Hironimus Pakaenoni, dalam sambutannya menegaskan bahwa imamat bukanlah soal kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dunia. Dunia dewasa ini kata uskup membutuhkan imam yang berani hadir di tengah-tengah umat, mendengarkan kegembiraan dan harapan, sekaligus duka dan kecemasan manusia. Imam diharapkan menjadi jembatan kasih, bukan tembok pemisah yang memecah belah.
Salah satu imam yang baru ditahbiskan, yakni RD. Andy Riang Hepat, mewakili para imam mengatakan, imamat adalah penyerahan diri secara total kepada Allah dan umat.
“Seorang imam bukan milik dirinya sendiri. Ia adalah milik Allah dan umatNya. Imamat bukanlah kedudukan, melainkan penyerahan diri secara total. Dengan penuh syukur, kami mempersembahkan diri kami kepada Tuhan dan Gereja-Nya. Doakan kami agar setia menjadi imam hingga kekal,” ungkap pastor asal Pulau Adonara, Flores Timur ini.

Para imam yang menghadiri tahbisan imam baru (foto pertama), Uskup Hieronimus saat berkotbah, para imam baru memberi berkat kepada orang tua dan Gubernur Melki membawakan sambutan.
Hadir Wali Kota Kupang, Christian Widodo, unsur Forkopimda, para imam, biarawan+barawati, serta para keluarga Imam yang ditahbiskan.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya, menyampaikan selamat dan proficiat kepada sebelas imam yang baru ditahbiskan.
Menurutnya, pentahbisan imam bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari pengabdian seumur hidup dalam pelayanan kepada Tuhan dan umat.
Pentahbisan ini bukan sekadar puncak perjalanan studi dan formasi, tetapi awal dari sebuah pengabdian seumur hidup sebagai imam Tuhan yang dipanggil untuk melayani dengan setia, rendah hati, dan penuh cinta kasih.
Kepada para imam yang baru ditahbiskan Gubernur Melki berharap agar senantiasa setia pada panggilan suci di tengah medan pelayanan pastoral yang kian menantang dewasa ini. (pol)









