Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Pembukaan Bulan Maria di Paroki Assisi, Umat Diajak Hidupkan Doa dari Rumah ke Rumah

Pembukaan Bulan Maria di Paroki Assisi, Umat Diajak Hidupkan Doa dari Rumah ke Rumah

Umat Paroki Santo Fransiskus dari Assisi mengikuti pembukaan Bulan Maria di pelataran Gereja Assisi, Jumat, 1 Mei 2026

KELANA-NTT.COM, KUPANG — Umat Katolik di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Keuskupan Agung Kupang (KAK), diajak untuk menghidupkan Bulan Maria tidak hanya melalui doa, tetapi juga lewat kesaksian hidup sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Pastor Rekan Romo Toni Kobesi, saat memimpin Perayaan Ekaristi pembukaan Bulan Maria tingkat paroki, Jumat, 1 Mei 2026 petang.

Dalam pengantar misa, Romo Toni menegaskan bahwa bulan Mei merupakan waktu istimewa dalam tradisi Gereja Katolik yang didedikasikan secara khusus untuk menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Gereja sekaligus teladan iman. Karena itu, umat didorong untuk menghidupkan kebiasaan doa bersama, termasuk melalui tradisi doa dari rumah ke rumah.

“Bersama Bunda Maria selama bulan Mei ini, umat Katolik diajak untuk berdoa bersama, dari rumah ke rumah, seraya membawa intensi bagi keadaan dunia,” ujarnya.

Menurut dia, doa bersama tersebut tidak hanya menjadi ungkapan devosi, tetapi juga wujud kepedulian iman terhadap berbagai persoalan yang dihadapi umat manusia dewasa ini.

Panitia Masjid Al’ Muharam Kupang, NTT Sembelih 8 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing Kurban

Perayaan pembukaan Bulan Maria tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Sedunia. Dalam konteks tersebut, Romo Toni mengajak umat untuk bersatu dalam doa bersama gereja universal, memerjuangkan martabat dan kesejahteraan para pekerja.

“Hari ini, bersama gereja di seluruh dunia, kita merayakan Hari Buruh. Kita bersatu dalam doa bersama Bunda Maria untuk memerjuangkan martabat para pekerja,” katanya.

Ia juga mengaitkan momentum ini dengan devosi kepada Hati Kudus Yesus pada Jumat pertama. Umat diajak memohon rahmat agar memiliki hati yang peka dan penuh kasih, sehingga doa yang dipanjatkan tidak berhenti pada kata-kata, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Romo Toni mengingatkan pentingnya Perayaan Ekaristi sebagai pusat kehidupan iman, tempat umat memersembahkan syukur dan permohonan kepada Tuhan.

“Marilah kita membawa seluruh pikiran, rasa syukur, dan permohonan kita, dan memersatukannya dalam kurban keselamatan Kristus. Semoga kita diteguhkan dalam iman, harapan, dan kasih,” tuturnya.

Sapi Kurban dari Presiden Sampai ke Masjid di Lembata

Dalam homilinya, Romo Toni menyoroti realitas kehidupan beriman yang kerap diwarnai kerapuhan dan kegelisahan. Ia menegaskan bahwa di tengah “kegelapan” hidup, Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, melainkan tetap hadir, melindungi, dan menuntun.

Ia mengingatkan umat agar tidak terjebak pada ketakutan terhadap penilaian manusia yang dapat menjauhkan dari Tuhan. Menurut dia, kecenderungan mencari penerimaan sosial sering kali membuat orang mengabaikan relasi dengan Allah.

“Kadang kita lebih takut pada penilaian manusia daripada Tuhan. Padahal, Tuhan telah menyediakan segalanya bagi kita. Tinggal kita mau melangkah atau tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa iman kepada Kristus menjadi dasar harapan sejati. Mengutip sabda Yesus, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup,” Romo Toni mengajak umat untuk menempatkan pengharapan sepenuhnya kepada Allah, bukan pada hal-hal duniawi yang sementara.

Menurut dia, kesadaran bahwa hidup memiliki akhir seharusnya mendorong umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan memberi ruang bagi karya-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Lembata Fishing Tournament 2026 Segera Digelar

Perayaan ini, lanjut Romo Toni, menjadi momentum awal bagi umat Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua untuk semakin memerdalam devosi kepada Bunda Maria sekaligus memerkuat kehidupan doa bersama, baik dalam keluarga maupun lingkungan.

Pembukaan Bulan Maria tersebut dihadiri selain umat di pusat paroki, Stasi Bello dan Noelsinas juga dihadiri sejumlah komunitas hidup bakti,berlangsung khidmat, menandai dimulainya rangkaian kegiatan rohani sepanjang bulan Mei. (goe)