KELANA-NTT.COM, KUPANG — Tim dosen pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pendampingan pada Komunitas Kreatif Hamutuk Ita Bele, Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu, 27 Juni 2026 pagi hingga siang hari.
Pendampingan khusus pada bidang tata kelola organisasi dan keuangan ini sebagai bentuk komitmen pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM) terutama membantu komunitas lokal dalam mengembangkan usaha yang lebih baik lagi.
Untuk diketahui, komunitas kreatif ini memproduksi miniatur rumah adat dari bambu dan lukisan yang diprakarsai oleh para pemuda dari Desa Noelbaki. Mereka berasal dari beragam latar belakang pekerjaan.
Ketua Komunitas Kreatif Hamutuk Ita Bele, Mariano Chigardo, mengatakan, usaha ini telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah produk dari kreasi kelompok ini telah diminati dan dibeli oleh sejumlah pihak, seperti Dekranasda Provinsi NTT di masa kepemimpinan Ibu Yuli Laiskodat.

Tim Dosen FEB dan anggota komunitas saat sesi pemaparan materi dan diskusi
Komunitas ini kata Mariano, akan terus berjalan karena menjadi tempat yang membangkitkan semangat bersekutu selain memberi banyak nilai lainnya. “Kami akan terus berkarya. Dengan demikian komunitas ini dapat hidup dan berkembang,” katanya.
Oleh karena itu, Mariano menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam mendukung usaha ini. Secara khusus ia menyebut tim dosen dari Unwira Kupang yang telah melakukan pendampingan yang sungguh bermanfaat ini.
Kegiatan ini mengambil tempat di rumah salah satu anggota Komunitas Kreatif Hamutuk Ita Bele, di RT 014/RW 004, Desa Noelbaki dengan tema, “ Pendampingan Perencanaan Keuangan Adaptif untuk Optimalisasi Modal Usaha dan Sosialisasi Perencanaan SDM dalam Penataan Struktur Organisasi untuk Penguatan Tata Kelola Komunitas.”
Dalam sambutannya, Ignatia Thomasita Bau Mau, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih cara pengelolaan keuangan, baik melalui penyusunan perencanaan keuangan yang adaptif, pencatatan dan pengendalian arus kas, maupun pengelolaan modal usaha secara efektif.
Selain itu, kata Ignatia, kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai perencanaan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam penataan struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas, sehingga komunitas memiliki tata kelola yang lebih efektif, profesional dan berkelanjutan.

Dosen FEB Unwira foto bersama anggota Komunitas Kreatif Hamutuk Ita Bele pada kegiatan Pengabdian Kepada Mayarakat (PKM)
“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan materi, tetapi juga untuk mendampingi Komunitas Kreatif Hamutuk Ita Bele, agar semakin mandiri dalam mengelola usaha khususnya dalam merencanakan pengelolaan keuangan dan SDM,” ungkap Ignatia.
Sementara itu, Stefanie Noviega B Burin, S.E., M.M., menambahkan bahwa kolaborasi antara perencanaan keuangan dan perencanaan SDM tidak dapat dipisahkan. Pengelolaan modal usaha yang baik harus diimbangi dengan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat.
Melalui kegiatan ini, Stefanie mengatakan, tim pengabdian ingin membantu komunitas ini agar mampu mengoptimalkan kedua aspek tersebut sehingga tata kelola komunitas menjadi lebih profesional dan usaha yang dijalankan dapat berkembang.
“Komunitas ini perlu membuat perencanaan yang jelas dan menata pengelolaan organisasi, baik dari sumber daya manusia maupun keuangannya, sehingga produksi tetap berjalan, pengelolaan usaha menjadi lebih efektif dan terutama mampu bersaing di pasar secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi oleh tim dosen. Selama proses penyampaian materi, tim pengabdian juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab dilanjutkan dengan pelatihan untuk pencatatan keuangan usaha.
Para anggota komunitas sangat antusias dalam kegiatan ini. Mereka meminta tim untuk kembali lagi memaparkan beberapa materi yang masih dibutuhkan demi pengembangan komunitas tersebut. (pol)









