KELANANTT.COM, KUPANG — Tokoh dan pegiat koperasi nasional, Yakobus Jano berbagi kisah sukses tentang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air yang dinakhodainya pada seminar nasional tentang Gerakan Koperasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi Timor Leste (Tiles) di Dili, Sabtu, 22 November 2025. Seminar itu terlaksana berkat dorongan dari Credit Union Lanamona, Dili.
Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano yang dihubungi, Selasa, 25 November 2025, mengatakan, dirinya diundang menjadi narasumber dalam seminar nasional gerakan koperasi seputar Quo Vadis KSP Kopdit Pintu Air. Koperasi ini bermula dari 50 orang anggota arisan, berkembang menjadi Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP) dan menjadi Credit Union yang terus berkembang hingga saat ini. Jumlah anggota koperasi ini 444.430 dan sedang didorong hingga 1 juta anggota.
“Banyak koperasi lebih mengutamakan harta kekayaan, omzet sedangkan Pintu Air lebih mengutamakan manusia. Gaya pendekatan Pintu Air dan rekrutmen anggota menggunakan pukat harimau, siapa saja mari bergabung. Setan pun kalau bisa, mari bergabung untuk mengubah dunia,” kata Yakobus.
Ditanya soal kiprahnya yang telah go internasional, Yakobus mengatakan, memang seperti itu karena walaupun tetangga, tapi Timor Leste punya bendera sendiri dan masuk ke sana bukan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP), tapi visa dan paspor.
“Ini kebanggaan kecil, kita melakukan hal kecil dengan cinta yang besar. Spiriti ini yang membuat Pintu Air menjadi besar. Orang kaya itu datang dari orang miskin yang bermental kaya, demikian Pintu Air lahir dari orang kecil yang bermental menjadi orang besar,” tandas Yakobus.
Yakobus mengatakan, Pintu Air hadir dalam kondisi yang tidak punya apa-apa di Kampung Rotat. Saat itu ada orang yang mencibirkan bibir bahkan pesimis. Kondisi ini yang mendorong dirinya dan para pendiri lain terus bergerak, berjuang meyakinkan masyarakat bahwa hidup berkoperasi itu baik, gotong-royong memerbaiki ekonomi anggota, ekonomi masyarakat.

SELENDANG TILES – Sekretaris KSP Kopdit Pintu Air menerima selendang Timor Leste (Tiles) oleh salah satu pejabat koperasi
“Kita hadir di bumi dalam keadaan telanjang dan terus berproses. Saat lahir di Rotat orang cibir bibir, tapi akhirnya menjadi besar dan menjadi kebanggaan bersama. Ini bukan karena keberhasilan pengelola tapi spirit, semangat dan keberhasilan anggota. Pengelola itu hamba, pelayan yang tugasnya melayani, jika ada yang ingin keluar dari anggota, kita dekati, kita nego dulu, jika masih bisa dipertahankan tetap menjadi angggota,” kata pendiri KSP Pintu Air yang selalu memberi motivasi dengan istilah-istilah yang menyemangatkan ini.
Semangat dan spirit tersebut, kata Yakobus, yang dibagikan saat menjadi narasumber pada seminar nasional gerakan koperasi di Timor Leste.
Yakobus mengatakan, berdasarkan laporan Menteri Koperasi Timor Leste, negara tersebut dihuni oleh 1.300.000 penduduk dan yang menjadi anggota koperasi baru 36 juta. Tekad Menteri Koperasi Timor Leste, ke depan, jumlah anggota koperasi di negaranya harus terus bertambah. Untuk itu, dirinya diminta membagikan kisah sukses dan kiat-kiat dalam menambah jumlah anggota koperasi tersebut.
Yakobus mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Timor Leste yang telah memberikan kesempatan kepada Kopdit Pintu Air untuk berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Dia berterima kasih kepada pengurus Credit Union Lanamona yang sejak menjadi peninjau pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdit Pintu Air tahun buku 2024 di Maumere, telah menjalin kemitraan yang baik dengan Kopdit Pintu Air.
Yakobus dipercayakan membawakan materi utama tentang Strategi Pengelolaan Koperasi. Ada sejumlah hal pokok yang wajib diterapkan oleh para pengelola koperasi agar lembaga tersebut dapat bertumbuh secara sehat dan berdampak pada peningkatan ekonomi anggota. Salah satu kunci utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada anggota.

POSE BERSAMA –Pengurus dan manajemen KSP Kopdit Pintu Air pose bersama usai penyampaian materi oleh Ketua Pengurus, Yakobus Jano pada seminar nasional gerakan koperasi di Timor Leste, Sabtu, 22 November 2025
Menurut Yakobus, di bank anggota hanya dipandang sebagai nasabah, sementara di koperasi anggota adalah pemilik, sedangkan pengurus dan manajemen adalah pengelola. Karena itu, pengurus dan manajemen harus melayani anggota dengan hati dan dalam suasana kekeluargaan yang diistilahkan sebagai ‘hamba.’
Lanjutnya, kunci sukses pelayanan adalah kekompakan dan ikatan kekeluargaan yang kuat. Hal ini menjadi modal utama dirinya dan pengurus serta manajemen membentuk dan membesarkan Kopdit Pintu Air menjadi besar seperti saat ini.
“Agar koperasi dapat bertumbuh menjadi besar layanilah anggota dengan hati yang penuh rasa cinta dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama dan dari mana asalnya,” kata Yakobus.
Menurutnya, anggota perlu diberi pemahaman tentang hakikat memilih jalan hidup sebagai anggota koperasi. Anggota yang disebut sukses bukan hanya yang mampu menabung, tetapi juga yang berani meminjam untuk modal usaha demi meningkatkan ekonomi rumah tangga.

PEGAWAI PINTAR –Pegawai Pintu Air pose bersama di Timor Leste, Sabtu, 22 November 2025
Menteri Muda Koperasi Timor Leste, Arsenio Pereira, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Kopdit Pintu Air dan Credit Union Lanamona.
“Atas nama pemerintah saya sampaikan terima kasih atas sharing pengalaman yang telah diberikan Bapak Yakobus. Semoga ke depan sharing pengalaman seperti ini dapat berlanjut kembali,” katanya. (gem)









