Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Hari Ini Pertemuan Pelaku Pemukulan Guru dengan Keluarga Korban

Hari Ini Pertemuan Pelaku Pemukulan Guru dengan Keluarga Korban

BERSAMA KELUARGA -Korban, Ludguirda Djami bersama keluarga
BERSAMA KELUARGA -Korban, Ludguirda Djami bersama keluarga

KELANANTT.COM, KUPANG – Setelah menjadi misteri, pelaku pemukulan atas ibu guru, Ludguirda Djami telah diidentifikasi oleh aparat Desa Pabera Maneru, Kecamatan Paberiwai, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu, 26 November 2026. Sesuai agenda, hari ini Kamis, 27 November
2026 akan dilangsungkan pertemuan antara pelaku, korban dan keluarga.

Mefti Faot, suami korban mengatakan hal ini saat dihubungi per telepon, Rabu, 26 November 2025. ia membenarkan telah dihubungi aparat desa bahwa pelaku sudah diketahui dan akan dilanjutkan dengan pertemuan antara korban dan pelaku.

“Saya sudah konfirmasi kepala desa yang kebetulan ada di luar dan beliau memerintahkan aparat desa mencari dan sudah menekan pelakunya. Besok (hari ini,red) pukul 09.00 Wita akan dilakukan pertemuan antara korban dengan pelaku di kantor Desa Pabera Maneru, Kecamatan Paberiwai,” kata Mefti.

Mefti mengatakan, saat pertemuan itu ia juga akan hadir selain keluarga serta PGRI Sumba Timur. Sebagai suami, ia sama sekali tidak terima perlakuan yang tak menyenangkan terhadap istrinya. Dia bersama korban dan keluarga akan menolak untuk berdamai dan akan membawa kasus ini ke meja hukum.

Mefti juga mengatakan bersama PGRI Sumba Timur akan melaporkan tindak kekerasan terhadap korban kepada polisi, supaya ada efek jerah. ” Setiap hari istri saya pergi pulang melintasi jalan yang terjadi tindak kekerasan itu. Kami tidak mau besok lusa terjadi lagi kasus pemukulan atau kejahatan lain terhadap korban. Untuk itu kami akan menolak tawaran damai saat pertemuan dengan pelaku besok,” tandas Mefti.

Pelabuhan Feri di Waijarang, Lembata Belum Beroperasi Bawa Dampak Krisis Logistik

Dia menjelaskan, tempat tinggal mereka di Desa Mutung Giding, Kecamatan Umalulu, tempat tugasnya di Desa Praikalala, Kecamatan Mahu. Jarak antara tempat tinggal dan tempat tugas kurang lebih 37 kilometer.

“Setiap hari ibu pergi pulang mengendarai sepeda motor seorang diri. Kadang baru saya antar jika tidak sibuk di kantor desa sebagai bendahara,” katanya.

Dia menjelaskan, infrmasi yang diterimanya dari aparat desa, pelaku adalah warga Desa Pabira Maneru. Antara pelaku dan korban tidak ada persoalan sama sekali. Warga yang tinggal di pinggir jalan desa itu mengenal korban dan banyak yang masih ada hubungan keluarga. Mungkin hanya pelaku yang tidak mengenal korban.

Saat peristiwa itu terjadi, tutur Mefti, istrinya menelepon menyampaikan kejadian itu. Saat itu dirinya berada di Waingapu sehingga menyarankan istrinya melapor ke aparat desa. Dirinya dan korban belum mau melapor ke aparat kepolisian karena belum mengetahui siapa pelakunya.

Ibu Ludguirda Djami yang akrab disapa Nona, adalah guru PPPK yang diangkat sejak tahun 2022 dan ditempatkan di SD Inpres Praikalla, Desa Praikalla, Kecamatyan Mahu, Kabupaten Sumba Timur.(gem)

Umat Kuasi Paroki Sahan, TTS Kompak Membangun Iman dan Persaudaraan