KELANA-NTT.COM, KUPANG – Acara temu kenal bersama Ketua Umum Sahabat Monsinyur Gabriel Manek, SVD (SMGM) Pusat, Fransiskus Loeky Tjoa dan Wakil Ketua Umum, Ibu Vonny Keintjem akan dipusatkan di Aula Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua Kupang, Keuskupan Agung Kupang (KAK), Selasa, 2 Desember 2025 pukul 17.00 Wita. Sahabat Monsinyur Gabriel Manek, SVD Cabang Assisi dipercayakan menjadi penyelenggara acara ini.
Kepada KELANA-NTT.COM, Ketua SMGM KAK, Adri Ceme, mengatakan, kunjungan itu akan diawali dengan penerimaan di depan gerbang gereja, perarakan dan sharing bersama tentang Hamba Allah Mgr. Gabriel Manek serta proses beatifikasinya.
Kunjungan ini kata Adri juga dalam rangka persiapan Musyawarah Internasional ke-4 di Kupang tahun 2027 mendatang. Meski waktunya masih cukup lama, Adri mengatakan patut dipersiapakan lebih awal. Karena itu ia meminta seluruh anggota komunitas SMGM mengikuti acara ini untuk mendapat informasi yang lebih lengkap.

Pengurus SMGM Cabang Assisi bersama moderator Romo Dus Bone di Sekretariat SMGM yang baru. Letaknya di sisi depan Gereja Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang.
Adri mengatakan, pihaknya terus mendorong terbentuknya cabang-cabang SMGM di KAK ini. “Kita tengah upayakan penambahan cabang SMGM di KAK. Semakin banyak orang mendoakan Mgr. Gabriel Manek, akan semakin baik,” kata mantan Direktur Umum Bank NTT ini.
Pastor Moderator SMGM KAK, Romo Dus Bone menyambut baik rencana kunjungan ini. Melalui himbauannya ia meminta agar anggota SMGM menyukseskan acara kunjungan dan sharing iman dengan Ketua Umum SMGM Pusat dan Wakil Ketua Umum itu.
Dalam surat undangan itu pastor moderator mengundang pengurus DPP Assisi, penasihat DPP, ketua stasi, ketua wilayah, para ketua KUB, kelompok kategorial (Legio Maria, IKA, Ketua WKRI Cabang Assisi, komunitas SMGM, THS-THM, Amor, PAWE, OMK dan Sekami untuk hadir pada acara ini.
Ketua SMGM Cabang Assisi, John Mau mengatakan, kunjungan ini menjadi berkat bagi komunitas SMGM Cabang Assisi. Karena itu John meminta keterlibatan semua pihak dalam menyukseskan acara ini.

KETUA – Ketua SMGM KAK, Adri Ceme (kanan) dan Ketua SMGM Cabang Assisi, Kolhua, John Mau.
John Mau menyampaikan terima kasih atas keterlibatan semua anggota SMGM Assisi yang telah mengambil bagian dalam persiapan kunjungan Ketua Umum SMGM Pusat dan Wakil Ketua Umum ini.
Penasihat SMGM Pusat, Dr. Anton Bele mengatakan, tujuan umum kunjungan ini ialah memerkenalkan Orang Kudus Hamba Allah Mgr. Gabriel Manek, SVD, kepada peserta pertemuan karena banyak peserta pertemuan belum sempat mendengar berita tentang Penggelaran Kudus Mgr. Gabriel Manek, SVD.
Dalam Gereja Katolik, kata Dr. Anton, orang kudus itu diumumkan dengan mendapat empat gelar, yakni Hamba Allah (Servus Dei, yakni gelar tingkat pertama), kedua, Venerabilis (yang patut dihormati), ketiga, Beatus (yang berbahagia– di Indonesia biasa dikenal dengan sebutan Beato) dan keempat, Sanctus (kudus) — di Indonesia biasa disebut Santo untuk laki-laki dan Santa untuk perempuan.
Empat gelar ini menurut Dr. Anton Bele, bisa saja disatukan tanpa melalui tahap-tahap tertentu. Karena itu Mgr. Gabriel Manek bisa saja diumumkan langsung sebagai Beato atau langsung sebagai Santo. Atas dasar itu kata Dr. Anton Bele, Mgr. Gabriel Manek sudah hampir pasti sebagai Santo pertama dari Indonesia.
Kepada peserta pertemuan akan disampaikan pula bahwa proses Hamba Allah sudah selesai dengan pengumuman dan penyegelan dokumen (laporan-laporan tentang mukjizat-mukjizat) yang terjadi sebagai doa kepada Tuhan melalui Mgr. Gabriel Manek, SVD.

PANITIA – Panitia persiapan kunjungan usai membereskan tempat acara aula paroki
Ia mengatakan, beberapa tempat ziarah sudah diakui oleh gereja, yakni pertama, di Ailomea, Lahurus, Belu, yang merupakan tempat kelahiran yang mulia. Kedua, jenazah Mgr. Gabriel Manek yang masih utuh disemayamkan di Kapela Suster-suster PRR di Lebao, Larantuka.
Ia juga menyebut, secara khusus Hamba Allah ini mempunyai empat keutamaan atau spiritualitas, yakni rendah hati, suka memaafkan orang, suka membantu orang-orang kecil yang sakit dan terlantar dan devosi kepada Bunda Maria Ratu Rosari. Empat hal ini patut diteladani dari orang kudus ini.
“Kita di Indonesia sudah harus mengenal orang kudus dengan empat keutamaannya. Untuk daratan Timor, dia uskup agung pertama dan uskup agung kedua, Mgr. Hieronimus Pakaenoni. Untuk Indonesia, Mgr. Gabriel Manek sebagai uskup pribumi kedua setelah Uskup Agung Jakarta, Mgr. Sugiopranoto,” katanya. (pol)









