Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Tim ASDP Pusat dan Regional III Lakukan Survei untuk Pastikan Kelayakan Uji Sandar Kapal di Pelabuhan Waijarang

Tim ASDP Pusat dan Regional III Lakukan Survei untuk Pastikan Kelayakan Uji Sandar Kapal di Pelabuhan Waijarang

KELANA-NTT.COM, LEWOLEBA – – Tim dari Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pusat dan Regional III melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Feri Waijarang di Lembata, Selasa, 27 Januari 2026.

Tim ini dipimpin
oleh Manajer Teknik Regional III, Fahmi Hardie, bersama Senior Analis K2L Kantor Pusat, Setya Budi dan Manajer Usaha Cabang Kupang, Ramlan Iyang.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir sekaligus ikut melakukan survei atas kerusakan pada breasting dolphin nomor tiga yang terjadi akibat insiden tumbukan kapal pada bulan lalu. Juga untuk mengidentifikasi langkah-langkah pemulihan jangka pendek, yakni memastikan kelancaran operasi pelayaran.

Tim ASDP melakukan survei teknis dengan pengambilan gambar bawah air di lokasi pelabuhan selama dua hari. Pengambilan data ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi terkini struktur pelabuhan, terutama bagian breasting dolphin yang telah mengalami kerusakan.

Hasil survei dan gambar bawah air ini nantinya akan digunakan sebagai dasar evaluasi dan bahan pertimbangan dalam rapat internal ASDP bersama pihak nahkoda kapal.

Panitia Masjid Al’ Muharam Kupang, NTT Sembelih 8 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing Kurban

Manajer Usaha Cabang Kupang, Ramlan Iyang, mengatakan, data hasil survei akan menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan mengenai langkah-langkah perbaikan segera, termasuk kelayakan untuk uji coba sandar kapal feri.

“Kami akan melakukan rapat internal dengan pimpinan dan nahkoda kapal untuk menentukan kapan uji coba sandar bisa dilakukan,” jelas Ramlan di lokasi survei, Rabu, 28 Januari 2026.

Sebelum tim ASDP melakukan survei bawah air, Pemerintah Kabupaten Lembata bersama pihak ASDP telah menggelar rapat intensif di ruang rapat bupati, pada 28 Januari 2026. Rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir.

Dalam rapat ini, pemerintah daerah mendesak ASDP untuk segera melakukan uji coba sandar kapal sebagai bagian dari upaya pemulihan pelayanan transportasi laut di Lembata. Namun, pihak ASDP menekankan pentingnya kehati-hatian dalam melakukan uji coba, mengingat faktor keselamatan kapal dan penumpang serta cuaca yang masih tidak stabil.

Pihak ASDP mengakui bahwa meskipun pemerintah daerah mendesak untuk segera melakukan uji coba sandar kapal, sejumlah pertimbangan teknis dan keselamatan menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan.

Sapi Kurban dari Presiden Sampai ke Masjid di Lembata

Cuaca yang tidak menentu serta evaluasi lebih mendalam terhadap kerusakan struktur breasting dolphin akan menjadi dasar bagi keputusan tersebut.

“Uji coba sandar kapal akan dilakukan setelah rapat internal yang akan melibatkan pimpinan ASDP dan pihak nahkoda kapal. Waktu uji coba masih belum bisa dipastikan,” jelas Ramlan.

Meski demikian, pihak ASDP berjanji untuk segera mengambil langkah konkret setelah evaluasi dilakukan secara menyeluruh.

Sebagai langkah sementara, Pemerintah Kabupaten Lembata telah mengalihkan tempat persinggahan kapal feri ke pelabuhan Lewoleba, sembari menunggu proses perbaikan Pelabuhan Waijarang.

Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran transportasi laut yang sangat vital bagi masyarakat Lembata dan daerah sekitarnya.

Lembata Fishing Tournament 2026 Segera Digelar

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak ASDP untuk mengatasi kendala-kendala yang ada, termasuk cuaca ekstrem yang baru-baru ini melanda wilayah tersebut.

Hasil evaluasi lebih lanjut, bersama dengan masukan dari rapat dengan Wakil Bupati Lembata dan Dinas Perhubungan, akan menjadi bahan laporan yang akan digunakan untuk mengambil langkah-langkah strategis berikutnya.

Pihak ASDP berkomitmen untuk memerbaiki breasting dolphin yang rusak dan segera melakukan uji coba sandar kapal, dengan target perbaikan selesai pada Juni 2026.

Namun, pihak ASDP juga mengingatkan pentingnya manajemen risiko dalam setiap keputusan yang diambil. Keselamatan kapal dan penumpang menjadi prioritas utama, sehingga keputusan untuk melanjutkan operasi feri atau melakukan uji coba sandar harus memertimbangkan seluruh aspek teknis dan alam yang ada.

ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan bahwa seluruh hasil rapat dan evaluasi akan segera ditindaklanjuti dengan secara konkret.

Pemerintah Kabupaten Lembata bersama ASDP terus berupaya keras untuk memulihkan kondisi Pelabuhan Waijarang dan memastikan kelancaran layanan transportasi laut demi kepentingan masyarakat.

Pihak ASDP juga berharap masyarakat Lembata dapat bersabar dan memahami tantangan yang dihadapi, sembari berharap cuaca dan kondisi lainnya segera membaik untuk memungkinkan operasional kapal feri kembali normal. (Prokompimkablembata/*/pol)