KELANA-NTT.COM, KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena meminta masyarakat mewaspadai dampak tekanan ekonomi global dan ancaman El Nino, sekaligus memerkuat kepedulian sosial dan gotong-royong di lingkungan masing-masing.
Gubernur Melki menyampaikan hal itu saat menghadiri perayaan misa di Gereja Bunda Orang Miskin, Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Senin, 6 April 2026 sore. Perayaan misa itu dipimpin Pastor Paroki, RD. Beatus Ninu bersama RD. Oskar Wawin.
Gubernur menegaskan kondisi global yang tidak stabil, termasuk konflik internasional, mulai berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok di daerah. Ia meminta masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memerkuat solidaritas sosial serta tidak apatis terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Kondisi dunia tidak sedang baik-baik saja dan dampaknya sudah mulai terasa, harga-harga mulai naik. Karena itu kita harus lebih bijak membelanjakan uang dan melihat kiri kanan kita. Jangan sampai ada tetangga yang kesulitan makan, tapi kita tidak tahu. Kita tidak boleh bersikap apatis,” ujar Melki dalam siaran pers Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Selasa, 7 April 2026.

Gubernur Melki memberi sambutan usai misa, Selasa, 6 April 2026
Ia meminta peran aktif komunitas basis, gereja, dan pemerintah desa serta perangkat lainnya di level desa untuk mendeteksi secara dini warga yang benar-benar membutuhkan bantuan agar intervensi pemerintah bisa tepat sasaran.
Gubernur menambahkan, meskipun kapasitas fiskal pemerintah terbatas, bantuan bagi warga rentan tetap menjadi prioritas selama data penerima jelas dan teridentifikasi sejak awal.
Selain tekanan ekonomi, Melki juga mengingatkan potensi kekeringan akibat El Nino yang diperkirakan lebih panjang dan lebih panas tahun ini. Ia merujuk pada prediksi BMKG bahwa siklus El Nino kini semakin cepat akibat perubahan iklim.
“El Nino ini biasanya lima tahunan, tapi sekarang bisa lebih cepat dan dampaknya lebih panjang. Karena itu kita harus hemat air dan jaga tanaman yang sudah ada,” katanya.
Ia menghimbau masyarakat, khususnya petani, untuk mengantisipasi kondisi tersebut dengan pengelolaan air yang lebih efisien serta menjaga produktivitas pertanian.

Gubernur Melki foto bersama Romo Beatus Ninu, Romo Oskar Wawin, para suster dan umat di Paroki Bunda Orang Miskin, Noelmina.
Dalam konteks penguatan ekonomi, gubernur juga mendorong masyarakat memanfaatkan program NTT Mart sebagai ruang pemasaran produk UMKM lokal. Ia membuka peluang bagi komunitas gereja dan masyarakat untuk memproduksi berbagai barang seperti makanan olahan, kerajinan, hingga produk tenun untuk dipasarkan.
“Silakan produksi apa saja, nanti kita kurasi dan bisa masuk NTT Mart. Kita ingin produk masyarakat punya nilai tambah dan bisa dijual dengan baik,” ujarnya.
Gubernur Melki bahkan menawarkan pembentukan unit NTT Mart di sekitar Paroki Bunda Orang Miskin sebagai pusat penjualan produk umat, mengingat lokasi tersebut dinilai strategis.
“Kita bisa mulai dari sini, buat satu tempat kecil seperti kios untuk jual produk umat. Ini bisa jadi ruang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Di sektor pertanian, gubernur juga memerkenalkan konsep Brigade Alsintan, yakni penyediaan alat dan mesin pertanian oleh pemerintah yang dapat digunakan petani tanpa harus memiliki sendiri.
“Petani tidak perlu beli alat. Pemerintah siapkan, petani cukup pakai dan isi bahan bakar. Ini untuk dorong peningkatan produksi,” jelasnya.
Ia juga mendorong petani menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kelapa dan vanili yang saat ini memiliki harga pasar yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, politisi Partai Gokar ini juga menyinggung potensi besar sumber daya manusia NTT di bidang keagamaan, khususnya kontribusi imam, suster, dan biarawan asal NTT di tingkat internasional.
“Sebagian besar biarawan dan biarawati yang berkarya di Roma dan Vatikan itu dari NTT. Ini potensi besar yang harus terus didorong,” ungkapnya.
Pastor Paroki Bunda Orang Miskin, Noelmina, Romo Beatus Ninu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran gubernur yang mengikuti misa bersama umat.
“Kadang-kadang Bapa Gubernur lewat saja tidak singgah. Hari ini, bapa datang dan ikut misa bersama kami, terima kasih banyak,” kata Romo Beatus.
Arahan gubernur ini kata Romo Beatus sebagai bentuk support bagi umat. Ia meminta umat agar mendukung program-program yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT karena memberi manfaat yang banyak. Romo Bento, demikian panggilannya juga mendoakan agar di bawah kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur dapat memajukan daerah ini. Di tangan keduanya masyarakat dapat disejahterakan melalui program-program yang dijalankan.
Sembari mengutip kata-kata gubernur, Romo Bento mengatakan, harta karun pemerintah dan gereja adalah orang miskin. Karena itu mereka harus mendapat prioritas pelayanan. Tugas pemerintah dan gereja adalah membebaskan umat dari kemiskinan yang membelenggu. Umat juga diharapkan pekah atas situasi sosial di lingkungannya. Bantulah mereka yang memang membutuhkan perhatian tanpa melihat status sosialnya.
Romo Bento juga mengutip pesan gubernur untuk orang tua agar wajib memerhatikan anak-anak dalam menggunakan media sosial sebelum usia 16 tahun. “Pengaruh Medsos sangat besar untuk tumbuh kembang anak-anak. Karena itu, patut diawasi oleh orang tua,” kata Romo Bento yang pernah menjadi Pastor Paroki Santa Maria Fatima Moru, Alor Barat Daya ini. (pol)









