KELANA-NTT.COM, KUPANG — Hari kedua Expo Panggilan Hidup Membiara di pelataran Gereja Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Kamis, 30 April 2026 sungguh menarik perhatian para pengunjung. Satu di antaranya adalah tarian para suster dari Kongregasi SSpS Komunitas St. Scholastika Liliba.
Para suster ini membawakan tarian kreasi yang memadukan ragam budaya Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka tampil anggun sekaligus enerjik di atas panggung, memukau ratusan penonton yang memadati lokasi kegiatan.
Gerak tari yang selaras dengan irama musik tradisional menghadirkan nuansa budaya yang kuat, sekaligus menyampaikan pesan panggilan hidup religius secara kontekstual.
Penampilan tersebut dibawakan oleh Sr. Avi, Sr. Regina, Sr. Yani, Sr. Senda, Sr. Godelifa, Sr. Gerda, Sr. Via, dan Sr. Iren.
Mereka tampil kompak dengan balutan busana bernuansa etnik khas NTT, memertegas kekayaan budaya yang diangkat dalam koreografi.
Salah satu penari, Sr. Regina, mengatakan bahwa tarian kreasi tersebut tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana pewartaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa panggilan hidup membiara bisa disampaikan dengan cara yang dekat dengan budaya. Melalui tarian ini, kami mengangkat identitas lokal sekaligus menyampaikan sukacita dalam menjalani panggilan,” ujarnya.

Para suster yang membawakan tarian pada Expo Panggilan Hidup Membiara di Pelataran Gereja Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Kamis, 30 April 2026
Hal senada disampaikan Sr. Yani, yang menilai bahwa keterlibatan dalam kegiatan seperti Expo Panggilan menjadi ruang penting untuk memerkenalkan kehidupan religius kepada generasi muda. “Kami berharap melalui penampilan ini, kaum muda bisa melihat bahwa hidup membiara itu indah, penuh makna, dan tetap bisa kreatif serta kontekstual dengan budaya,” katanya.
Ajang Expo Panggilan sendiri merupakan kegiatan yang bertujuan memerkenalkan berbagai bentuk panggilan hidup dalam gereja, termasuk hidup membiara, kepada umat, khususnya kaum muda.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga diisi dengan pameran dan dialog panggilan. Penampilan para suster SSpS Komunitas St. Scholastika Lilba pun mendapat apresiasi meriah dari penonton, yang tampak antusias mengikuti setiap gerakan hingga akhir pertunjukan.
Tarian tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang harmoni antara iman, budaya, dan panggilan hidup. (goe/pol)









