Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Panitia Munas IV SMGM Diminta tak Terbebani Soal Anggaran

Panitia Munas IV SMGM Diminta tak Terbebani Soal Anggaran

KELANA-NTT.COM/PAUL BURIN -- Para peserta rapat perdana Panitia Munas IV SMGM Tahun 2027 di Aula Gereja Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Jumat, 15 Mei 2027.

KELANA-NTT.COM, KUPANG –Pastor Moderator Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) Keuskupan Agung Kupang sekaligus Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, RD Longginus Bone, meminta panitia Musyawarah Nasional (Munas) dan Internasional IV Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) Tahun 2027 agar tidak terbebani dengan persoalan anggaran maupun pembiayaan kegiatan.

Menurut Romo Dus demikian sapaannya, semangat pelayanan dan kebersamaan harus tetap menjadi dasar utama dalam memersiapkan agenda internasional tersebut. “Jangan sampai panitia menjadi takut atau kehilangan semangat hanya karena memikirkan soal dana. Kita percaya, kalau kegiatan ini dipersiapkan dengan baik dan hati yang tulus, Tuhan pasti membuka jalan,” kata Romo Dus Bone saat rapat panitia di Aula Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Jumat, 15 Mei 2026.

Pandangan serupa disampaikan Penasihat Umum Pusat Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM), Antonius Bele. Ia menilai, kekuatan utama panitia bukan terletak pada besarnya anggaran, melainkan pada kekompakan dan komitmen bersama dalam melayani. “Kalau kita hanya fokus pada keterbatasan dana, maka kita akan sulit bergerak, kepala panas. Tetapi kalau kita mengutamakan semangat pelayanan dan persaudaraan, saya yakin semua kebutuhan akan dipenuhi secara bertahap,” ujar Anton, putra kelahiran Lakmaras, Lahurus, Belu ini.

Ia mengajak seluruh anggota panitia untuk belajar dari Munas Lahurus empat tahun lalu yang semuanya berlangsung sederhana, tetapi kemudian semua berlangsung baik dan sukses. Ia berharap optimisme dan solidaritas tetap tumbuh dalam proses persiapan Munas Internasional IV SMGM yang dijadwalkan bulan Juni 2027 nanti.

Menurut Anton, dukungan umat dan berbagai pihak akan datang apabila panitia bekerja dengan tulus dan penuh tanggung jawab. Rapat yang dihadiri lebih dari 50 anggota panitia itu membahas sejumlah agenda penting, mulai dari kesiapan teknis hingga sumber pendanaan kegiatan.

Panitia Masjid Al’ Muharam Kupang, NTT Sembelih 8 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing Kurban

Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme yang juga Ketua Panitia Munas IV SMGM, mengatakan bahwa persoalan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan semangat pelayanan dan kerja panitia. Menurut dia, pelaksanaan Munas Internasional IV SMGM merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota dan cabang SMGM.

“Panitia jangan terlalu terbebani soal anggaran. Kita kerja dulu dengan semangat pelayanan dan kebersamaan. Tuhan pasti membuka jalan melalui dukungan banyak pihak,” kata Adrianus dalam rapat tersebut. Ia menjelaskan, sumber pendanaan utama kegiatan berasal dari gerakan seribu rupiah yang selama ini dijalankan menjelang Munas ini. Gerakan tersebut dinilai sebagai bentuk solidaritas bersama untuk mendukung pelaksanaan Munas internasional.

Selain itu, panitia juga didorong membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk umat, donatur, pemerintah, maupun lembaga lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kaum muda Katolik.

Menurut Adrianus, Munas Internasional SMGM IV bukan hanya agenda organisasi semata, melainkan momentum memererat persaudaraan dan memerkuat iman generasi muda Katolik dari berbagai daerah bahkan luar negeri. “Yang paling penting sekarang adalah kekompakan panitia. Kalau kita bersatu dan bekerja dengan hati, semua tantangan bisa dilewati,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, panitia juga membahas pembagian tugas pada setiap seksi serta rencana kegiatan pendukung menuju pelaksanaan Munas Internasional IV SMGM Tahun 2027 di Kota Kupang. Sejumlah anggota panitia menyatakan kesiapan mereka untuk terlibat aktif menyukseskan agenda tersebut. (goe)

Sapi Kurban dari Presiden Sampai ke Masjid di Lembata