Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Akhir Bulan Januari Uji Coba Pesawat Perintis ke Bandara Sasi, Kefamenanu

Akhir Bulan Januari Uji Coba Pesawat Perintis ke Bandara Sasi, Kefamenanu

BERI KETERANGAN -- Bupati Falens saat memberi keterangan kepada media massa di Bandara Sasi, Kefamenanu, Rabu, 7 Januari 2026.

KELANA-NTT.COM, KEFAMENANU — Masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera memanfaatkan moda angkutan udara berupa pesawat perintis Susi Air pada akhir bulan Januari 2026 ini.

Kepada wartawan di Bandara Sasi, Kefamenanu, Rabu, 7 Januari 2026,  Bupati Falen mengatakan, pembukaan kembali bandara yang sudah “istirahat” puluhan tahun ini sebagai bentuk perhatian pemerintah bagi masyarakat. Jika selama ini masyarakat menggunakan moda angkutan darat dari dan menuju  Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), maka tak lama lagi warga boleh menggunakan moda angkutan udara.

“Akhir bulan Januari 2026 ini kita lakukan uji coba penerbangan perintis dari dan ke Kefamenanu,” kata Bupati Falen.

Perintis Yayasan Sosial Beta Timor ini mengatakan, dengan pembukaan penerbangan ini maka Bandara Sasi akan menjadi alternatif penerbangan tidak saja bagi warga TTU, tapi juga warga dari Belu, Malaka bahkan dari Oekusi, Negara Timor Leste. Jarak Oekusi ke Kefamenanu sekitar 45 kilometer. Sedangkan jarak dari Atambua, Ibukota Kabupaten Belu dan Betun, Ibukota Kabupaten Malaka tak sampai 100 kilometer.

Ia mengatakan, penerbangan dari dan ke Bandara AA Bere Tallo, Atambua, Belu seminggu hanya tiga kali. Sedangkan Bandara Sasi, Kefamenanu dijadwalkan setiap hari. “Artinya bahwa Bandara Sasi menjadi alternatif untuk penerbangan setiap hari. Juga untuk menghandel penumpang dari Belu dan Malaka,” katanya.

Panitia Masjid Al’ Muharam Kupang, NTT Sembelih 8 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing Kurban

Pesawat Susi Air

Bupati Falens mengatakan, sudah dua minggu persiapan itu dilakukan termasuk membersihkan atau merapikan bandara. Pesawat Susi Air yang akan landing perdana kata bupati, berkapasitas 12 orang penumpang. Sedangkan pesawat dengan kapasitas 24 kursi masih dalam proses maintenance.

Sejumlah warga TTU menanggapi secara positif langkah yang diambil oleh bupati yang satu ini. P. Piet Salu, SVD, dalam akun facebooknya mengatakan, ” Bupati yang mencintai tanah Timor lelebo dan rakyatnya. Bravo, Tua Kebo.”

Warga TTU lainnya, P. David Amfotis, SVD, mendukung terobosan ini. Keputusan untuk gunakan Bandara Sasi merupakan sikap yang positif. Sikap yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bandara ini kata Pastor David sudah disiapkan sejak zaman dulu guna mendukung proses percepatan pembangunan ekonomi. Tapi, baru diberdayakan saat ini. “Ini hal yang positif, perlu kita dukung,” katanya.

Hal senada disampaikan Yohanes Tafaib. Ia mendukung setiap usaha yang baik tidak selamanya mulus dalam proses, namun harus berani untuk melangkah. (pol)

Sapi Kurban dari Presiden Sampai ke Masjid di Lembata