KELANA-NTT.COM, KUPANG – Sejak dilantik sebagai Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 29 September 2025, Isidorus Lili Jawa melakukan sejumlah terobosan. Hal pertama yang ia lakukan adalah menata portofolio keuangan perusahaan yang dinilai kurang sehat.
Dari indikator terbaca bahwa perusahaan ini mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta. Karena itu kata Isidorus, untuk mengatasi dan mengembalikan citra yang positif ia melakukan efisiensi insentif atau soft efisiensi. Hasilnya, dalam beberapa bulan kerugian itu tinggal tersisa Rp 50-an juta dan akan segera nihil.
Isidorus mengatakan hal ini saat ditemui KELANA-NTT.COM di ruang kerjanya, Selasa, 3 Maret 2026 siang. “Saya bukan orang ekonomi. Dengan logika saja, di mana-mana, kalau perusahaan tengah merugi, maka insentif ditiadakan. Karena itu saya pangkas 50 persen insentif untuk karyawan,” kata Isidorus.
Karena kondisi keuangan perusahaan yang tak sehat, saat dilantik gaji sebagai Dirut juga dipotong 50 persen. “Saat pertemuan saya dengan seluruh karyawan menyetujui pemotongan insentif, bukan pemotongan gaji,” katanya.
Menurut Iso demikian panggilannya, hal kedua yang dilakukan adalah efisiensi struktural. Struktur yang banyak dengan pekerjaan yang sama digabungkan karena akan berdampak pada aspek keuangan. Selain itu kata dia, efisiensi pada makan dan minum serta perjalanan dinas keluar kota dan luar daerah.
Sebagai Dirut, baru dua kali melakukan perjalanan dinas, yakni pada bulan Desember mengikuti pemilihan Ketua Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) di Surabaya dan ke Bandung untuk pembelian SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum)) Kali Dendeng.
Begitu juga setiap hari Sabtu sebagai hari libur, tak boleh banyak staf ke kantor. Cukup empat orang saja yang bertugas untuk mengurangi biaya insentif. Kalau empat orang sesuai bidang tugas dikali insentif Rp 25 ribu per orang per hari, maka tiap hari Sabtu terbayar cuma Rp 100 ribu. Sebelumnya, pada tiap hari Sabtu terbayarkan sebanyak Rp 600 ribu karena jumlah karyawan yang masuk kantor sebanyak 24 orang. Saat ini karyawan yang wajib ke kantor adalah sekuriti, bagian umum, bagian loket dan bagian teknik.
Sambil menekan anggaran di kantor, Iso mengatakan, manajemen juga melakukan terobosan atau inovasi. Pada tanggal 13 Desember 2025 Perumda melakukan Promo Sambungan ke Rumah (SR) dari Rp 2,5 juta dipangkas menjadi Rp 1,5 juta. Uang muka Rp 800 ribu, sisanya Rp 700 ribu dicicil oleh pelanggan maksimal tujuh kali atau sekali cicil Rp 100 ribu. Program ini berjalan dari 1 Oktober sampai 31 Desember 2025.
Saat itu kata Iso yang juga mantan anggota DPRD Kota Kupang ini, calon pelanggan yang mendaftar sebanyak 400 orang. Pihak Perumda kemudian melakukan survei untuk mengetahui apakah ada jaringan Perumda Kota Kupang atau tidak. “Karena bisa jadi pada pelanggan itu tersedia jaringan Perumda Kabupaten Kupang dan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) provinsi,” katanya. Hasilnya, yang terdaftar pada promo itu sebanyak 183 pelanggan baru.
Pada bulan November 2025 kata dia, pihaknya juga melakukan identifikasi piutang aktif dan non aktif. Piutung aktif, yakni pelanggan yang belum membayar meteran air karena akumulasi yang banyak. Maka lahirlah program Buka Segel pada 22 November 2025.
Pada program ini, perusahaan memberi keringanan bagi pelanggan untuk membayar setengah tunggakkan, sedangkan denda dihapus. Sisanya dicicil sesuai dengan kesepakatan antara petugas dan pelanggan. Yang penting uang bisa kembali sehingga piutung jangan menumpuk. Tercatat hingga kini piutung Perumda Kota Kupang sebanyak Rp 4,7 sampai Rp 5 miliar. Berdasarkan ketentuan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membolehkan pemutihan sebanyak 400 pelanggan.
Tentang sebaran jaringan air, Iso mengatakan belum merata di seluruh wilayah kota. Karena itu pihaknya melakukan kerja sama dengan BLUD provinsi untuk jual beli air curah. Caranya menggunakan jaringan air BLUD itu untuk salurkan ke warga kota. Pada 15 Januari 2026 kata dia, Walikota Kupang, Chris Widodo sudah melakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding/nota kesepahaman) dengan Gubernur NTT, Melki Laka Lena sambil menunggu masa ujicoba pada bulan Mei atau Juni 2026.
Untuk menambah pelanggan kata Iso, Perumda Kota Kupang juga melakukan kerja sama dengan pihak developer, antara lain Bobby Pitoby dan Boby Famdale dengan total 2.430 pelanggan. Dari dua developer ini Iso menyebut Bobby Pitoby terbanyak menyumbang pelanggan sebanyak 2.000-an. Perumda juga tengah melakukan kerja sama dengan developer lain. Hingga saat ini Iso menyebut sebanyak 18.700 total pelanggan air di Kota Kupang. (pol)









