KELANA-NTT.COM, KUPANG – Sekitar dua jam lebih, Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek, SVD (SMGM) Cabang Assisi, Kolhua, Kupang, “membagi kasih” pada empat titik, selain mendoakan mereka yang dikunjungi pada Sabtu, 14 Maret 2026. Cuaca yang cerah di hari ini memudahkan anggota komunitas dapat menjangkau titik-titik lokasi itu.
Kunjungan dilakukan secara berturut-turut ke Panti Asuhan Bakti Luhur, Panti Asuhan Louis de Monfort, kunjungan ke kediaman keluarga Amatus Osang dan keluarga Alfons Fahik. Titik-titik ini berada di Kelurahan Sikumana dan Kelurahan Maulafa.
Hadir Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang (KAK), Adri Ceme dan Nyonya Yolenta Wea-Ceme; Penasihat SMGM, Anton Bele dan Nyonya Yudith Salassa-Bele; Ketua SMGM Assisi, John Mau dan Nyonya Ros Woso-Mau; Sekretaris SMGM Assisi, Hyeronimus Modo; Victor Un, Romana Asten, Sensi Joma, Endang, Ina Bele, Ibe Bele dan Paul Burin.

Foto anggota komunitas SMGM, suster dan anak Panti Asuhan Louis de Monfort
Di Panti Asuhan Bakti Luhur yang dikelola oleh Suster-suster ALMA (Asosiasi Lembaga Misionaris Awam) Putri, rombongan diterima oleh Suster Yolanda, ALMA. Ia memberi apresiasi atas perhatian dan cinta yang diberikan oleh anggota SMGM Assisi. Usai memberi sambutan, seorang anak berkebutuhan khusus, Agus Bria (26) membawakan sebuah lagu, Tuhanku Oh Tuhanku (KepadaMu Kuberdoa) yang cukup menguras air mata. Ia menyanyikan lagu itu dengan improvisasi tinggi sambil bermain keyboard. Seorang anak lainnya juga membawakan lagu dengan cukup sempurna.
Sedangkan kunjungan ke Panti Asuhan Louis de Monfort yang dikelola oleh Suter-suster Puteri Renha Rosari (PRR) ini diterima oleh Suster Dolorosa, PRR. Suster Dolorosa atas nama pimpinan menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh SMGM Cabang Assisi.
Ketua SMGM Cabang Assisi, John Mau menjelaskan tentang kunjungan dengan membawa bingkisan berupa sembako itu, semata sebagai bentuk perhatian dan spirit yang ditanamkan oleh Mgr. Gabriel Manek, sang peziarah, yakni mengunjungi, mendengarkan, menyentuh, menghibur dan mendoakan.

Foto bersama Keluarga Amatus Osang
John Mau juga mengatakan bahwa kunjungan ini dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 SMGM yang jatuh pada tanggal 25 April 2026.
Ia mengatakan, anggota SMGM akan terus mendoakan para suster agar selalu tabah dan kuat dalam membina dan membesarkan anak-anak panti asuhan ini.
Penasihat SMGM, Anton Bele, menjelaskan tentang spirit SMGM yang selama ini telah dilakukan. Penulis buku terkenal ini mengatakan bahwa SMGM hadir sebagai sebuah gerakan kasih. SMGM hadir sebagai bentuk meneruskan jejak Mgr. Gabriel Manek yang selalu mengunjungi orang-orang yang membutuhkan perhatian.
Anton Bele mengatakan, melalui doa-doa, Mgr. Gabriel Manek dapat ditetapka n sebagai orang suci pertama dari Indonesia. Saat ini, ia sebagai Hamba Allah, tinggal beberapa tahap lagi menjadi santo (orang suci).

Foto bersama Keluarga Alfons Fahik
Sedangkan Koordinator SMGM KAK, Adri Ceme mengatakan, “Misi kami adalah doa dan layanan sosial. Hari ini, kami datang ke panti untuk mengunjungi anak-anak yang secara sosial butuh perhatian dan kasih sayang.”
Adri Ceme yang juga Ketua Pelaksana Dewan Pastoral Paroki Santo (DPP) Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, berharap anak-anak ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di tangan suster-suster.
“Suster-suster ini luar biasa, telah dengan sabar memberi hidup kepada anak-anak ini. Kita mendoakan anak-anak ini agar kelak dapat meraih masa depan yang gemilang,” kata Adri Ceme.
Bingkisan berupa sembako ini secara spontan datang dari anggota komunitas ini, selain dari Nona Minggas Bere yang saat ini sebagai guru di Kabupaten Tolikara, Papua serta dari dr. Ita Tukan. (pol)









