KELANA-NTT.COM, KUPANG — Pastor Vikaris Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Keuskupan Agung Kupang, RD. Tony Kobesi, meminta umat untuk aktif mengambil bagian dalam kegiatan gerejani.
Hal itu disampaikannya saat kunjungan pastoral perdana di Kelompok Umat Basis (KUB) Santa Lusia, Selasa, 1 September 2026 pukul 19.00 Wita.
Kunjungan yang diawali dengan Perayaan Ekaristi ini dipusatkan di kediaman tokoh umat Benediktus Gandatoni dan dihadiri 35 umat KUB Santa Lusia.
Dalam arahannya, Romo Tony menekankan tiga hal penting untuk menyongsong Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), Pesta Pelindung Paroki, dan Peringatan 800 Tahun Santo Fransiskus dari Assisi.

Umat KUB mengikuti misa dan sosialisasi di KUB
“Saya minta umat mengedepankan tiga hal ini,” tegas jebolan Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui, Kupang tersebut.
Romo Tony juga mengingatkan bahwa tahun ini ditetapkan sebagai Tahun Yubileum Santo Fransiskus dari Assisi. “Maka kita akan lebih fokus pada kegiatan-kegiatan rohani untuk menguatkan spirit Santo Fransiskus dari Assisi dalam hidup umat di paroki, selain seminar, ziarah dan prosesi,” tambahnya.
Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, iman dan penghayatan hidup rohani umat akan semakin kuat dan kokoh.

Resepsi bersama di KUB Santa Lusia
Tokoh Umat Alves dalam kesempatan itu mengajak umat meningkatkan kesadaran, termasuk dalam menghadiri misa dan kegiatan keagamaan seperti ini. Ia berharap ke depan, umat semakin terdorong mengikuti berbagai kegiatan, meski harus membagi waktu dengan rutinitas.
Sementara itu, Bene Labre yang juga Penasihat Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, mendukung penuh rangkaian kegiatan Pesta Family tahun ini. Ia menegaskan kembali akan pentingnya peningkatakan partisipasi umat dari waktu ke waktu.
Sesuai keputusan DPP, para imam akan melakukan kunjungan pastoral ke semua KUB untuk sosialisasi perayaan BKSN, Pesta Pelindung Paroki serta sejumlah kegiatan lainnya selama bulan September ini. Bidang Humas dan Publikasi DPP Paroki Assisi juga kini tengah merampungkan Buku Sejarah Lahirnya Stasi hingga Paroki sebagai rangkaian dari tiga kegiatan ini. (*/pol)









