Lintas Flobamorata
Home / Lintas Flobamorata / Uskup Larantuka: “Doakan Saya agar Selalu Rendah Hati”

Uskup Larantuka: “Doakan Saya agar Selalu Rendah Hati”

Saat Tahbisan Episkopal

KELANA-NTT.COM, LARANTUKA — Uskup Larantuka yang baru, Mgr. Yohanes Hans Monteiro meminta umat untuk mendoakannya agar selalu rendah hati dalam memimpin keuskupan ini.

Uskup Hans, demikian panggilannya, mengatakan hal ini saat memberi sambutan usai tahbisan sebagai uskup di Gereja Katedral Renha Rozari, Larantuka, Rabu, 11 Februari 2026 pagi. Ia ditahbiskan oleh Uskup Frans Kopong Kung (Uskup Emeritus Larantuka) didampingi Uskup Agung Ende, Paul Budi Kleden dan Uskup Maumere, Ewaldus Martinus Sedu.

Tahbisan Uskup Larantuka ini dibanjiri oleh ribuan umat yang datang dari berbagai paroki yang meliputi Kabupaten Flores Timur dan Lembata, selain dari keuskupan lain di Indonesia.

Uskup Hans mengatakan, pemilihan dirinya menjadi uskup bukan semata atas kehendaknya, namun atas berkat dan kuasa dari Roh Kudus yang tiada henti menaunginya. Karena itu ia menyampaikan terima kasih kepada Tuhan dan Bunda Maria atas perkenan dirinya ditahbiskan menjadi uskup. Juga semua pihak yang telah mengambil bagian di dalamnya.

Menerima tongkat uskup simbol penggembalaan

Uskup Hans mengatakan pentahbisan dirinya di Gereja Katedral Larantuka juga sungguh memberinya makna yang mendalam. Semua sakramen mulai dari Baptis, Ekaristi, Krisma, Tobat, Imamat hingga tahbisan menjadi uskup dilakukan di gereja ini.

Panitia Masjid Al’ Muharam Kupang, NTT Sembelih 8 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing Kurban

Gereja Katedral menyimpan secara rohani akan perjalanan panggilannya, namun terpilih dan ditahbiskan menjadi uskup juga menyadarkan akan sabda Tuhan bahwa seorang nabi tak dihormati di negeri asalnya.

Di tengah sambutan hangat dan dukungan umat lintas agama pada 3 Februari 2026 kata Uskup Hans, ” Saya membaca sebuah postingan yang menyebutkan mahkota duri di balik sorak-sorai. Hari ini disambut, esok siap disalibkan.”

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyalami Uskup Hans

Uskup Hans mengatakan, imamat tanpa salib berarti kekuasaan, imamat dengan salib berarti penyerahan dan pengorbanan diri.

Uskup Emeritus Frans Kopong Kung menyampaikan terima kasih kepada Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) atas kebersamaan selama ini. Juga kepada umat di Keuskupan Larantuka selama 24 tahun ia memimpin.

Ketua KWI yang juga Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, mengatakan uskup yang baru diharapkan tetap rendah hati dalam menggembalakan domba-domba di keuskupan itu.

Sapi Kurban dari Presiden Sampai ke Masjid di Lembata

Sedangkan Wakil Nuntio Kedutaan Besar Vatikan, Mgr. Michael A. Pawlowicz menyampaikan salam hangat dari Paus Leo XIV atas tahbisan episkopal ini.

Uskup Hans mengambil moto tahbisan episkopal, yakni Unum Corpus, Unus Spiritus Unaspes: Satu Tubuh, Satu Roh dan Satu Pengharapan. (pol)