KELANA-NTT.COM, KUPANG – “Saya merasa sunggguh sakit hati atas terbunuhnya dua orang warga NTT di Jakarta oleh enam anggota Polri.”
Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI, Melchias Marcus Mekeng melalui Akun FaceBooknya, Minggu, 14 Desember 2025. Selama sekitar dua menit, Melchias Marcus Mekeng menyampaikan sikapnya itu. Ia meminta aparat untuk memroses kasus ini dengan transparan.
Melchias Mekeng, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan NTT I, mengatakan, perilaku enam anggota polisi itu sungguh tak patut dan menunjukkan cara-cara premanisme. Sesungguhnya kata dia, polisi wajib melindungi warga.
“Saya kecam enam oknum aparat Polri yang sudah menjadi tersangka itu. Mereka patut ditindak tegas, dipecat dengan tidak hormat,” tegas Melchias.
Ia meminta tim reformasi Polri yang telah dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto agar dapat menindak para pelaku kejahatan kemanusiaan ini. Proses, pecat dan hukum mereka seberat-beratnya. Berikan hukuman yang setimpal.

Melchias Mekeng
Anggota DPR RI lainnya, Yuli Laiskodat juga menyampaikan hal yang senada. Para pelaku kata dia, harus diambil tindakan yang tegas karena telah membunuh anak manusia. Ia mengatakan akan terus mengawalnya hingga kasus ini berkekuatan hukum tetap.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena juga meminta aparat penegak hukum jangan segan menerapkan pasal-pasal yang sepadan dan layak untuk para pelaku pembunuhan dua orang anak NTT ini.
Sebagaimana diberitakan, Miklon Edisafat Tanone (41) dan Nofergo Aryanto Tanu (32), dua orang debt collector (dc) tewas akibat dianiaya oleh enam orang anggota Polri di Kalibata, Jakarta Selatan, pekan lalu.
Kedua korban yang kerap disebut sebagai mata elang itu mengantongi identitas yang jelas saat melakukan tugas di lapangan.
Jenazahnya tiba di Kupang, Minggu, 14 Desember 2025 dan langsung dibawa ke kampung halamannya. Jenazah Miklon dibawa ke Desa Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, sedangkan Nofergo dibawa ke Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. (pol)









