KELANA-NTT.COM, MAKASSAR – Kejadian tragis kembali menimpa dunia penerbangan dalam negeri. Sebuah Pesawat ATR 42-500 milik Maskapai Indonesia Air Transport dikabarkan hilang kontak, Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 13.17 Wita.
Pesawat ini mengambil rute Yogjakarta – Makassar, itu hilang di sekitar wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Pesawat ini hendak menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan, informasi awal mengenai pesawat hilang kontak diterima dari AirNav Indonesia.
“Kami menerima informasi dari AirNav bahwa telah terjadi lost contact pesawat ATR 400 milik Indonesia Air. Perkiraannya berada di wilayah Maros hingga Pangkep, tepatnya di kawasan Leang-leang,” ujar Andi Sultan di lokasi posko pencarian.
Basarnas Makassar kemudian mendirikan posko SAR di sekitar titik koordinat terakhir yang diberikan AirNav.
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR gabungan dibantu oleh unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
“Kami membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menuju beberapa titik yang kami curigai,” jelasnya.
Selain penyisiran darat, pencarian juga dilakukan menggunakan drone.
“Kami sudah melakukan pencarian menggunakan drone. Selain itu, ada keterangan dari warga yang mengaku mendengar suara dengungan di sekitar lokasi,” ungkap Andi Sultan.
Namun, kondisi cuaca menjadi kendala dalam proses pencarian.
“Saat drone diterbangkan, kabut cukup tebal dan disertai hujan sehingga menghalangi jarak pandang. Kami menunggu cuaca membaik untuk kembali mendekat ke titik koordinat terakhir,” katanya.
Ia mengatakan, jarak dari posko menuju titik terakhir lost contact diperkirakan sekitar 16 kilometer dengan medan pegunungan.
“Medannya cukup berat, kawasan pegunungan, estimasi waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam dari posko,” ujarnya.
Selain tim darat dan drone, TNI Angkatan Udara juga ikut membantu pencarian dengan mengerahkan helikopter. (tribun)









