Nasional
Home / Nasional / Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri

SOSIALISASI --Wamen Christina melakukan sosialisasi di Gereja Santa Maria Fatima Noelsinas, Rabu, 10 Desember 2025.

KELANA-NTT.COM, KUPANG — Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, S.E., S.H., M.H., melakukan sosialisasi tentang peluang bekerja di luar negeri di Kapela Santa Maria Fatima Noelsinas, Paroki Santu Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Rabu, 10 Desember 2025 malam. Wamen disambut dengan pengalungan selendang dan tarian bidu saat memasuki tempat kegiatan.

Wamen Christina hadir untuk mendorong generasi muda tentang peluang-peluang mendapatkan pekerjaan yang layak secara legal. Bermigrasi secara aman. Khusus kepada lulusan perguruan tinggi kata Wamen Christina, ini merupakan peluang yang akan memberi kehidupan yang lebih layak ke depan.

Sosialisasi ini atas kemitraan Jaringan Relawan untuk Kemanusiaan (Jeruk) NTT dengan kementerian ini. Hadir, Penanggung Jawab Jeruk NTT, Romo Dr. Leo Mali; Penanggung Jawab Jeruk Kupang, Herman Seran; Kepala Balai Perlindungan Pekerja Indonesia (BP3MI) NTT, Suratmi Hamida, S.Sos; Aktivis Tindak Pidana Penjualan Orang, Rudy Soik; utusan dari GMIT Oetmatonis, Pendeta Nurdiana; Camat Nekamese, Yermi Kuana; Kades Tunfeu, Martinus Seli; Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Romo Longgunis Bone; Pastor Rekan Romo Toni Kobesi; Ketua DPP Assisi, Adri Ceme; Ketua Dewan Stasi Santa Maria Fatima Noelsinas, Ambrosius Ambon dan Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Kupang, Yesaya Lanus. Sekitar 200 warga desa dan kaum muda dari Kota Kupang hadir pada kegiatan ini.

PENGALUNGAN SELENDANG — Wamen Christina  menerima pengalungan. selendang dari Pastor Paroki Santu Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Romo Longginus Bone, Pr.

Wamen Christina mengatakan, selama ini kerap kali terjadi kasus penjualan orang (human trafficking). Mengapa? Karena akses informasi yang diperoleh masyarakat sangat terbatas. Karena ketidaktahuan itu mereka dimanfaatkan oleh para calo dengan memberi uang sebelum berangkat atau janji-janji manis untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di luar negeri. Faktanya, tidak demikian.

Untuk itu kata Wamen, pemerintah memberi informasi tentang peluang-peluang mendapatkan pekerjaan di luar negeri dengan upah yang layak. Untuk mendapatkan informasi yang benar kata dia, calon PMI dapat mengakses informasi melalui SISKOP2MI (Sistem Informasi dan Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia).

Mulai Februari 2026 Sertifikat Tanah Girik hingga Leter C tak Berlaku, DPR Imbau Warga Perbarui Sistem

Website resmi milik pemerintah ini mengelola data calon pekerja migran Indonesia dan membantu mengakses informasi  lowongan pekerjaan ke luar negeri.

PESERTA -Para peserta sosialisasi

Para calon PMI juga boleh mendatangi Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT agar mendapat informasi yang transparan. Di tiap kabupaten/kota pun ada pos pelayanan tentang informasi mendapat pekerjaan ini.

Tentang SISKOP2MI, Wamen Christina  menyilakan masyarakat dapat mengaksesnya. Informasinya lengkap termasuk syarat-syarat yang dibutuhkan, berapa gaji dan rincian detail lainnya.

Ia mengatakan, jenis pekerjaan di luar negeri seperti merawat lansia sangat dibutuhkan dan permintaannya, tinggi. Di Jerman, PMI akan menerima gaji sebesar 2.500 euro atau sekitar Rp 50 jutaan per bulan. “Modal harus bisa bahasa Jerman,” katanya.

Sedangkan di Malaysia untuk merawat lansia Rp 6,9 juta per bulan, Taiwan Rp 15 juta per bulan, Singapura Rp 30 juta per bulan, Jepang Rp 25 juta sampai Rp 60 juta per bulan. Kuncinya adalah belajar bahasa Inggris, Bahasa Jepang atau bahasa Mandarin untuk memudahkan komunikasi. “Ayo, kepada para sarjana, ini peluang yang harus ditangkap,” katanya. Kementerian kata dia, akan memberi pelatihan dan memastikanPMI memiliki kompetensi sebelum ke luar negeri.

Anggota DPR RI Ahmad Yohan: Penjarakan Pengusaha yang Merusak Hutan

SEBELUM SOSIALISASI — Dari kiri Romo Dus Bone, Kadis Nakertrans Kabupaten Kupang, Yesaya Lanus, Romo Leo Mali dan Wamen sebelum sosialisasi.

Sedangkan Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran  Indonesia  (BP3MI) NTT, Suratmi Hamida, S.Sos, berharap kaum muda dapat menjawab tantangan untuk bekerja di luar negeri dengan menyiapkan diri, mengakses informasi yang benar melalui pemerintah. Datanglah ke kantor BP3MI NTT bila membutuhkan penjelasan yang rinci. Yang penting mengikuti semua prosedur agar tidak membawa masalah di kemudian hari.

Pembicara lainnya, Rudy Soik, mengatakan, peluang kerja di luar negeri sangat tinggi. Ia menegaskan jika
proses pengurusan dokumen dengan cara palsu maka dipastikan itu sebagai tindak pidana. Misalnya, umur dipalsukan dan lainnya. Ia juga mengatakan jika kejahatan itu berjaring, maka kebaikan harus memiliki jaringan yang lebih kuat. Jaringan kebaikan harus mampu mengalahkan jaringan kejahatan.

BERSAMA WARGA – Wamen Christina, para pembicara dan Koordinator Jeruk NTT, Romo Leo Mali dan  Romo Dus Bone foto bersama peserta sosialisasi.

Koordinator Jeruk NTT, Romo Leo Mali, menjelaskan, Jeruk terbentuk pada tahun 2013 saat maraknya kasus human trafficking di NTT. Saat itu, Jeruk tampil untuk melawan kriminalisasi terhadap seorang Rudy Soik, relawan human trafficking. Saat itu Romo Leo menyebut banyak relawan yang terlibat termasuk para pastor dan suster. “Saat itu Romo Dus Bone juga terlibat, tapi ia masih sebagai frater,” katanya.

Romo Leo mengajak kaum muda dan siapa saja untuk tidak jauh dari politik. Hanya politisi yang mampu membantu banyak orang. “Kami para pastor ini kadang orang datang minta bantuan, tapi mungkin cuma satu orang yang bisa kami hendel. Sedangkan politisi membantu banyak orang,” katanya. Romo Leo menyebut Paus Fransiskus mengatakan bahwa politik itu ungkapan tertinggi dari cinta kasih. Diskusi ini dipandu oleh Redaktur Pelaksana Harian Victory News, Baferly Rambu.  (pol)

Cinta Florencia yang Patah di Gunung Bulusaraung, Sulsel