Politik
Home / Politik / Di Akhir Tahun 2025 Muncul Kebijakan Bupati Malaka tentang Sambut Baru, TPU dan Budaya Kebersihan Lingkungan

Di Akhir Tahun 2025 Muncul Kebijakan Bupati Malaka tentang Sambut Baru, TPU dan Budaya Kebersihan Lingkungan

dr. Stef Bria Seran MPH

KELANA-NTT.COM, BETUN — Di akhir Desember 2025, Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, MPH., atau yang akrab disapa SBS menerbitkan kebijakan yang dipandang penting tidak saja untuk ketertiban, namun untuk kesehatan dan untuk menjaga martabat serta budaya masyarakat di Malaka.

Sebagaimana rilis yang diterima, Rabu, 31 Desember 2025, bupati dua periode itu menegaskan tiga hal penting, yakni pertama, tentang Pesta Sambut Baru yang selama ini cukup membebankan orang tua. Kini, Bupati Stef menata ulang Pesta Sambut Baru atau yang dikenal dengan
Komuni Pertama itu. Selama ini, syukuran Komuni Pertama dilakukan di rumah masing-masing keluarga dan kerap menjadi beban ekonomi bagi orang tua.

Bupati SBS menawarkan solusi sederhana dan penuh makna, yakni kembali pada nilai kebersamaan seperti tempo dulu. Ke depan, setelah misa Komuni Pertama di gereja, acara syukuran akan dipusatkan di sekolah. Setiap siswa cukup membawa satu atau dua ekor ayam serta satu sampai dua kilogram beras untuk dimasak dan makan bersama. Sederhana, ringan, dan sarat nilai persaudaraan.

Kebijakan ini kata Bupati SBS akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan pihak gereja agar tetap menjaga nilai religius dan budaya. Kedua, pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan Tata Kelola Jenazah. Bupati SBS menegaskan bahwa setiap desa wajib memiliki TPU. Selain itu, jenazah tidak boleh disemayamkan lebih dari tiga hari, demi kesehatan, ketertiban, dan kepentingan umum.

Untuk menjamin kepastian hukum dan keseragaman pelaksanaan, Bupati SBS meminta dukungan DPRD agar kebijakan ini diatur melalui Peraturan Daerah (Perda).

Saat Melantik Pejabat Eselon II dan III Bupati Malaka Tegaskan ASN Patut Menjadikan Diri Seperti Emas

dr. Stef Bria Seran, MPH

Ketiga, penguatan Budaya Kebersihan Lingkungan. Kebersihan, menurut Bupati SBS, bukan kegiatan sesaat, tetapi harus menjadi budaya hidup. Pemerintah harus menjadi teladan. Kantor bersih, desa bersih, sekolah bersih. Dari situ, kesadaran masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya.

Tiga kebijakan ini kata mantan Kepala Dinas Kesehatan NTT, ini adalah cerminan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, yakni meringankan beban, menata kehidupan sosial dan membangun kesadaran bersama demi kualitas hidup masyarakat Kabupaten Malaka yang lebih baik.

Bupati SBS yang dijuluki Bapak Revolusi Pertanian Malaka berusaha menetapi janji kampanyenya. Ia  menjadi Bupati Perdana Malaka periode 2016-2022 dan periode 2025-2030. Politisi Partai Golkar ini selalu menggaungkan kesejahteraan dan keberpihakan yang riil  bagi masyarakat. Tak ada istilah tak ada uang bagi masyarakat. Bagi masyarakat kesejahteraan menjadi hal yang urgen dan menjadi nomor satu selama masa kepemimpinannya. (*/pol)