Ekonomi dan Bisnis
Home / Ekonomi dan Bisnis / Kisah Mus Samadara Pengusaha Mobil Bekas, Tetap Menjaga Kualitas Produk (1)

Kisah Mus Samadara Pengusaha Mobil Bekas, Tetap Menjaga Kualitas Produk (1)

Owner Blessing Show Room, Mus Samadara saat serah terima unit dump truck unit Timor Leste, beberapa waktu lalu.

KELANA-NTT.COM, KUPANG – Memulai usaha itu kadang menjadi hal yang sulit bagi mereka yang baru merintisnya. Tapi, jika sudah menemukan “ladang” usaha secara tepat, maka usaha itu akan berjalan dengan langgeng. Sambil belajar dan memahami karakter dan spesifikasi usaha serta lika-likunya, aspek kualitas produk tetap menjadi prinsip utama dan menjadi sangat urgen.

“Produk itu menjadi segala-galanya. Menjual produk dengan kualitas prima merupakan cara saya untuk beriklan. Untuk mengenalkan usaha saya secara luas. Anggap saja iklan hidup itu melalui para konsumen yang membeli mobil di show room saya,” kata Owner Blessing Motor Show Room, Wilhelmus Samadara saat ditemui KELANA-NTT.COM di tempat usahanya di Jalan Timor Raya, Depan Hotel On The Rock Kupang, Senin, 22 Desember 2025 pagi.

Mus, demikian panggilan lelaki keturunan Kiser, Maluku Barat Daya ini mengatakan, sejak memulai debut usaha tahun 2007 silam, ia sudah menanamkan tekad yang kuat untuk berkiprah pada usaha jual beli mobil bekas. Awalnya, ia membeli mobil-mobil city car, namun setelah berjalan dan memelajari keinginan dan kecenderungan konsumen, ia akhirnya mendatangkan dump truck dari Pulau Jawa.

Owner Blessing Show Room, Mus Samadara di ruang kerjanya, Senin, 22 Desember 2025.

Mus dan seorang adiknya, Pieter Samadara, Dosen Politeknik Negeri Kupang, yang kini tengah mengikuti studi S3 di Universitas Airlangga, Surabaya, “berkolaborasi” atau joint dalam usaha ini. Mereka belajar secara otodidak. Belajar strategi marketing, belajar cara bernegosiasi, belajar mengetahui kondisi kendaraan apakah layak atau tidak dan yang utama adalah belajar membeli produk yang berkualitas. Saat penjajakan dan menemukan kondisi mobil yang kurang bagus, langsung saja “Dwi Samadara” ini  tinggalkan. Mus tahu yang namanya mobil bekas tentu ada kurang-kurangnya.

“Yang kurang itu adalah minornya. Kita segera perbaiki. Mayornya seperti mesin harus berkualitas, harus baik,” katanya. Dalam masa belajar itu, Mus dan sang adik menuju ke Pulau Jawa. Semua yang baik dan buruk itu ada di Jakarta. Mus mengatakan, Presiden Soekarno pernah bilang bahwa untuk menguasai Indonesia maka kuasai Jawa. Di sana, ada banyak pengalaman bersama sang adik termasuk pernah ditipu.

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Chris Liyanto Merasa Sedih karena Berdampak pada Psikologi Nasabah

Mus Samadara bersama dengan seorang konsumen.

Di Jawa itu semua hal dapat ditemukan. Hal yang baik dan buruk. Ilmu abu-abu, ilmu merah, ilmu hitam, ilmu kuning dan ilmu kelabu. Semuanya ada. Jika sudah cukup punya jam terbang, maka seorang pedagang akan dengan mudah mendeteksi kemungkinan-kemungkan ia terjebak atau dijebak dalam permainan yang kadang tak punya warna. Abu-abu.

Intinya kata Mus, ia tak ingin terlibat perang dengan harga kendaraan. Jika kompetitor menjual dengan harga murah, ia siap perang dengan kondisi mobil yang berkualitas, mobil dengan kualitas wahid. Ada rupa, ada harga. Orang mau barang bagus harus bayar harga. Banyak pembeli mengatakan kepadanya bahwa selisih harga jualan di Blessing Show Room dengan kompetitor itu cukup besar, berkisar antara Rp 5-Rp 10 juta. Mus menjual harga kendaraan sedemikian karena kualitas yang sungguh terjamin. Dan, anehnya dengan harga yang sedemikian beda jauh itu, mobilnya tetap dibeli oleh konsumen.

Kesimpulan yang ia ambil, yakni siapa pun akan membeli kendaraan asal berkualitas bagus, ia akan tetap membelinya. “Konsumen itu tahu barang beta. Kualitas itu bukan slogan semata tapi hal yang nyata,” kata lelaki yang menamatkan studi strata satu di Fakultas Teknik Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang tahun 2004 ini. Dengan latar belakang sekolah teknik (ST) dan Sekolah Teknik Menengah (STM) menjadi bekal baginya untuk mampu mendeteksi kondisi “kesehatan” mobil. Ia juga punya “dokter” mobil yang bagus.

Saat melakukan observasi mobil di lapangan, Mus mengatakan, ia melihat secara detail, memeriksa dari satu tempat ke tempat yang lain. Ia belajar dan menimba ilmu lapangan sehingga menjadikan bekal dalam melanggengkan usaha bisnisnya. (paul burin/kelanantt.com/bersambung)

Toko Gree Menjual AC Gree, Semakin Diminati Konsumen