KELANA-NTT.COM, KUPANG–Toko Gree yang beralamat di Jalan Frans Seda atau samping GMIT Center di bilangan Walikota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini semakin diminati oleh para konsumen di kota ini maupun dari luar Kota Kupang.
Hal ini dikatakan oleh Distributor sekaligus Owner Toko Gree, Alberto Gontani saat ditemui KELANA-NTT.COM di toko itu, Jumat, 30 Januari 2026 sore.
“Dua hari lalu saya baru mengirim 20 unit AC ke Kalimantan,” kata Albert di ruang kerjanya yang sejuk itu. Sebagai distributor di NTT, Albert mengatakan, pihaknya melayani pembelian secara ritail dan grosir.
Sampai saat ini, arus kunjungan konsumen ke toko yang berhadapan langsung dengan Kanwil Pertanahan Provinsi NTT, itu cukup tinggi. Hal ini karena branding AC Gree semakin dikenal luas oleh warga Kota Kupang maupun di seluruh NTT.

Albert Gontani menunjuk AC Gree di Toko Gree, Jumat, 30 Januari 2026
Selain penjualan retail, kata dia, sejumlah pihak swasta juga sudah membelinya secara grosir. Begitu juga dari pemerintahan meski jumlahnya masih terbatas.
Albert yakin ke depan pembelian akan terus meningkat seiring dengan pemahaman dan pengetahuan konsumen atas produk ini.
Selain AC Gree, Albert mengatakan ia tengah menjual AC Inverter di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 1 Kuanino, Kupang.
Penjualan produk AC Inverter ini baru setahun berjalan. Sedangkan AC Gree sejak tahun 2022. Tentang AC Inverter Albert mengatakan meski dengan harga mulai Rp 5,5 juta akan memberi keuntungan yang banyak bagi konsumen. Produk ini lebih hemat arus listrik. Sedangkan AC Gree dijual dengan harga terbawah Rp 4,9 juta per unit. Dalam sebulan kata dia, pembelian secara ritail untuk AC Gree minimal 50 unit diluar kepentingan proyek.

Produk AC (Standing) di Toko Gree
Albert mengatakan, ia menjual sejumlah produk AC berbagai tipe dengan garansi pembelian lima tahun bebas biaya servis dan garansi kompresor sepuluh tahun. Bila AC rusak di masa garansi kata dia, telepon saja. Petugas akan menuju ke rumah konsumen untuk memerbaiki secara gratis.
Karena itu saat membeli produk, konsumen jangan lupa menanyakan ke karyawan masa garansinya. ” Ini juga menjadi SOP (standar operasional pelayanan) kami. Barang yang dibeli tercover garansi. Kami pasti menyampaikan kepada konsumen bahwa kami tak semata menjual barang dan setelah itu lepas tangan,” kata putra dari pengusaha Beni Gontani itu.
Terkait harga yang bersaing di pasaran, lelaki berusia 27 tahun dan baru menikah ini mengatakan, inti dari marketing adalah bersaing pada harga, kualitas dan velue barang serta pasca penjualan. Beberapa hal ini sungguh menjadi perhatian dalam menjalankan usaha ini. Semakin manajemen memberi servis yang baik maka konsumen akan merasa senang dilayani dan menyebarkan kabar baik ini kepada konsumen lain. (pol)









