Ekonomi dan Bisnis
Home / Ekonomi dan Bisnis / Dedikasi pada Tiap Tuangan Kopi Sombra sebagai Bentuk Hospitality

Dedikasi pada Tiap Tuangan Kopi Sombra sebagai Bentuk Hospitality

Direktur CV Makna Jaya, Alred Soi Pili memegang sertifikat SNI.   

KELANA-NTT.COM, KUPANG—Adalah Alfred Soi Pili (36) dan karyawan Sombra Cofee yang pada hari  Selasa, 16 Desember 2025, kemarin,  menerima  award atau penghargaan karena usaha kopi yang dirintis sejak tahun 2022 memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) kategori kopi  sangray  dan kopi bubuk. Dalam catatan, ini merupakan yang pertama kali  di NTT khusus untuk kopi sangray dan kopi bubuk.   Selama ini, usaha  Sombra Cofee sudah cukup punya brending name. Usaha ini  terus memikat hati warga Kota Kasih ini.

Lihatlah. Pada setiap hari, Sombra Cofee yang terletak di Jalan WJ Lalamentik, persis di samping Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT atau berhadapan langsung dengan Kantor Telkom NTT, ini selalu dipadati oleh pengunjung. Dari pagi, siang, petang hingga malam hari. Selain karena letaknya yang strategis, Sombra Cofee juga memberi pelayanan yang ramah serta harga yang menjangkau kantong para penikmat. Para karyawan dan karyawati  juga selalu memberi hospitality yang baik. Melayani dengan ramah dan sabar menghadapi setiap konsumen yang datang.

Dua ruangan yang tersedia pada kedai kopi  dengan kursi meja yang mungil itu selalu dijejali oleh konsumen yang saban hari menikmati kopi yang sungguh khas ini. Sebagian lagi konsumen memilih untuk menikmati hidangan kopi itu  di bawah popohonan yang rindang bestari. Persis di samping Sombra Cofee.

BERSAMA – Foto bersama usai penyerahan sertifikat SNI Kopi Sombra.

Dalam percakapan dengan KELANA-NTT.COM,  Selasa, 16 Desember 2025 siang, sang pemilik Alfred mengatakan, sejak awal berdiri ia fokus menggunakan kopi produk lokal NTT terutama kopi flores.

Awalnya, ketika ia melakukan training tentang  tatakelola menyeruput kopi, seorang rekannya menyampaikan bahwa produk kopi lokal NTT sungguh berkualitas. Karena itu, ia memutuskan untuk fokus memerkenalkan kopi lokal NTT melalui Sombra Cofee.

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Chris Liyanto Merasa Sedih karena Berdampak pada Psikologi Nasabah

Ada banyak kopi dari daerah ini seperti kopi bajawa, kopi manggarai, kopi hokeng, kopi lakmaras, kopi amfoang dan jenis kopi lain. Sebagai putra daerah ini, Alfredo ingin memerkenalkan lagi, sekali lagi memerkenalkan kopi dari NTT kepada siapa saja. Nyatanya, produk lokal ini sungguh dicintai oleh para penikmat kopi.

Ketika Alfred mengikuti sebuah event kopi  internasional di luar negeri, ia mengenalkan kopi khas NTT ini kepada para  bule. Faktanya, kopi yang tersaji di atas meja habis rata di dasar cangkir. Tak tersisa.

KEDAI KOPI SOMBRA — Kedai Kopi Sombra yang selalu ramai dikunjungi oleh konsumen.

Meski para bule ini tak memberi impresi atau apresiasi atas sajian kopi itu, Alfredo mengasumsi bahwa kopi dari NTT disukai. Orang bule senang menikmati kopi ini.

“Kira-kira begitu kesimpulan yang saya ambil  tentang minat mereka atas kopi yang saya sajikan,” ujar Alfred  yang lahir di Jakarta pada 27 April 1987 ini. Ia menamatkan studi Strata Satu (S1) Ilmu Psikologi di Universitas Indonesia (UI).

Tentang bagaimana cara menyajikan kopi dengan citarasa yang tinggi, putra sulung dari Bapak Yos Nae Soi (Wakil Gubernur NTT periode 2019-2024) dan Ibu Maria Fransiska Djogo, ini mengatakan, selama ini mereka mengusung moto, “Setiap Tuangan Kopi Sombra Memiliki Dedikasi.” Maknanya sebagai bentuk melayani dengan  total dan tiada henti kepada konsumen. Dedikasi untuk menyajikan yang terbaik kepada para penikmat kopi.

Toko Gree Menjual AC Gree, Semakin Diminati Konsumen

Sesungguhnya, kata Alfred, untuk mendapatkan kualitas minuman kopi yang bagus dan khas  bukan semata pada cara para barista melakukan komposisi minuman di dapur Sombra.  Tapi, dari cara budidaya sejak penanaman, perawatan, panen, pascapanen, sangray,  bubuk  hingga tersaji di atas meja bagi para penikmat. Tanaman ini dan proses menjadi kopi yang berkelas butuh perlakuan yang istimewa.

Dalam bahasa Ngada, Sombra bermakna sebagai pohon pelindung kopi. Pohon inang begitu. Secara filosofis pula Sombra Cofee juga memberi makna sebagai tempat yang teduh dan  menyenangkan bagi para penikmatnya. Sombra Cofee dapat memberi kesejukan, menjadi tribun, payung  bagi siapa saja. Memberi inspirasi dan perspektif bagi para penikmat.

Sebelumnya, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) NTT, Dr. Abdul Wahab, SP., MP., menyerahkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) Kopi Sombra kepada Direktur CV Makna Jaya, Alfridus Soi Pili  di Kedai Kopi Sombra, Selasa, 16 Desember 2025 siang. (paul burin/kelanantt.com)

 

 

Pemkab Lembata dan PT Prime Timor Teken MoU Tekankan Standar Ekspor dan Produk Babi Lokal Organik