KELANA-NTT.COM – Penyaluran pupuk urea di Pronvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 78 persen dari alokasi 40.056 ton. Sisanya sebanyak 8.593,06 ton akan segera didistribusi ke semua kabupaten/kota.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan NTT, Joaz Umbu Wanda, SP., mengatakan hal ini usai Kofee Morning media dengan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johny Asadoma di Rumah Jabatan, Jumat, 19 Desember 2025 pagi. Kofee Morning itu dihadiri hampir semua kepala dinas dan badan Setda Provinsi NTT.
“Kita telah menyalurkan pupuk kepada para patani sesuai Peraturan Presiden (Perpres) RI, Prabowo Subianto Nomor 6 Tahun 2025,” kata Kadis Umbu sembari menambahkan bahwa Perpres itu menekankan prinsip tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu dan penerima. Dengan kata lain, kata dia, alur distribusi pupuk dipersingkat.
Sedangkan alokasi untuk pupuk NPK sebanyak 44.500 ton telah didistribusi mencapai 94,98 persen. Sisa stok NPK 2.235,43 ton.
Ia mengatakan, penyaluran pupuk urea lebih tinggi dibanding tahun lalu karena tahun ini luas lahan tanpa tanam padi lebih tinggi, yakni 212 ribu hektar dibanding tahun lalu 168 ribu hektar.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para petani yang telah memberi informasi tentang pupuk sebagaimana yang disampaikan oleh petani dari Kabupaten Kupang.
“Saya dan ibu Kadis Pertanian Kabupaten Kupang sudah atasi keluhan para petani itu,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, para petani di Kabupaten Kupang menyampaikan stok pupuk urea di distributor sudah tak ada lagi. Yang tersedia adalah pupuk NPK. (pol)









